Padang

Sepekan Pencarian Alif Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Dihentikan, Masyarakat Gelar Salat Gaib

Sepekan pencarian jasad Alif tak kunjung ditemukan. Tim dan masyarakat akhirnya menggelar salat gaib

Sepekan Pencarian Alif Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Dihentikan, Masyarakat Gelar Salat Gaib
ist
Masyarakat, termasuk pihak keluarga korban, BPBD dan Basarnas Pasaman, PMI, Polri dan TNI, serta sejumlah relawan, juga melakukan salat Ghaib di Pantai Muaro Sasak pada Minggu siang. 

Laporan Kontributor Tribunpadang.com, Riki Suardi

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Pencarian terhadap Alfa, pelajar berusia 10 tahun yang hilang saat mandi di Pantai Muaro Sasak, Kabupaten Pasaman Barat pada Senin (18/6/2018) sore, akhirnya dihentikan setelah upaya pencarian selama sepekan, tak membuahkan hasil.

"Kami dari tim gabungan telah berupaya melakukan pencarian dari hari pertama Sampai hari ke tujuh. Tapi gak ada hasil," kata Koordinator Basarnas Pasaman, Zulfahmi kepada tribunpadang.com via handphone, Minggu (24/6/2018) sore.

Baca: Resmi Dikukuhkan, Pengurus Pusat IKBR Ajak Masyarakat Batak Dukung Program Pemerintah

Selain menghenikan pencarian, Zulfahmi juga menyebut bahwa masyarakat, termasuk pihak keluarga korban, BPBD dan Basarnas Pasaman, PMI, Polri dan TNI, serta sejumlah relawan, juga melakukan salat Ghaib di Pantai Muaro Sasak pada Minggu siang.

Baca: KPU Riau Ingatkan Paslon Agar Membersihkan APK yang Masih Terpasang

"Salat jenazah Ghaib itu dilakukan setelah adanya kesepakatan antara tim gabungan dan pihak keluarga korban. Tapi kalau setelah ini ada informasi korban ditemukan, maka kami akan melakukan evakuasi," ujarnya.

Selama sepekan mencari korban, lanjutnya, berbagai upaya telah dilakukan oleh tim gabungan seperti pencarian menggunakan jaring dan jala nelayan, menyisir laut dan pantai dari Muara Sasak ke arah selatan sampai sebelum Muara Binguang.

Baca: Pastikan Berjalan Lancar, Polisi Kawal Pendistribusian Logistik Pilkada Gubri di Bengkalis

Kemudian upaya pencarian ke arah utara dilakukan dari Muaro Sasak hingga sampai ke Sikilang. Tak hanya itu, bahkan tim gabungan juga menurunkan tim penyelam untuk menyelami dasar laut di sekitaran pantai Muaro Sasak, termasuk di tiik korban tenggelam.

"Dari berbagai upaya yang kami lakukan, hasilnya tak ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban hingga sekarang. Kemungkinan korban tersangkut di dasar muara atau sudah hanyut jauh dari area pencarian," ungkap Zulfahmi.

Baca: Bripka Ridho Warsika, Polisi Berprestasi, Wakili Polres Inhil Lomba Bhabinkamtibmas di Polda Riau

Seperti diketahui, Alif bocah berusia 10 tahun yang tinggal di Jorong Pasa Lamo, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat, tenggelam saat mandi-mandi di Muaro Pantai Sasak, Pasaman Barat pada Senin (18/6/2018) sekitar pukul 15.30 WIB.

Sebelum tenggelam dan hilang digulung ombak pantai, Alfa bersama tiga orang temannya bernama Ikram (13), Dio (10) dan Devin (10); sedang mandi dan bermain ombak di pinggir pantai. Ketika itu, di lokasi Muaro Pantai Sasak juga ada orangtua dari Alfa. Diduga, Alfa ini luput dari pengawasan orangtuanya.

Baca: Ketua DPRD Inhil Imbau Masyarakat Jaga Kondusifitas Pilkada Serentak

Menurut keterangan ketiga teman Alfa yang dijadikan sebagai saksi, disebutkan bahwa Alfa terbawa arus ke tengah laut. Bahkan, saksi juga menyampaikan bahwa di tengah laut, ia juga melihat kepala Alfa timbul tenggelam, dan hanya hitungan detik, Alfa pun menghilang.

Begitu Alfa diketahui tenggelam, teman-temannya langsung memberitahukan orangtuanya. Sontak saja, oranggtuanya pun berteriak minta tolong, sehingga mengundang perhatian pengunjung lainnya. Setelah itu, petugas gabungan kemudian melakukan upaya pencarian.(*)

Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help