Padang

Polres Kota Solok Ungkap Peredaran Upal, 2 dari 4 Tersangka yang Diamankan di Bawah Umur

Polres Solok sukses mengungkap peredaran uang palsu. Empat orang pelaku berhasil diamankan, dua di antaranya dibawah umur

Polres Kota Solok Ungkap Peredaran Upal, 2 dari 4 Tersangka yang Diamankan di Bawah Umur
Ist
Polres Solok ekspose pengungkapan peredaran Upal 

Laporan kontributor tribunpadang.com, Riki Suardi 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Aparat kepolisian Polres Kota Solok mengungkap pelaku pembuat dan peredaran uang palsu kertas dengan pecahan 100 ribu.

Dua dari empat pelaku yang ditangkap,  masih di bawah umur, dan satu di antaranya merupakan pelajar putus sekolah. 

Kedua pelaku yang masih di bawah umur itu berinisial AF (17) dan JF (15).

Sedangkan dua tersangka lagi bernama Febri Akbar Chan (18) dan Toby Andika Putra (20).

Saat ini, keempat pelaku yang sudah dijadikan sebagai tersangka itu masih menjalani proses pemeriksaan. 

Baca: Awal Agustus Disperindag Kota Gelar Pekanbaru Raya 2018

"Keempatnya diancam Pasal 36 ayat 1 dan ayat 3 UU RI No7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman pidana penjara 10 sampai 15 tahun, dan denda sebesar Rp10-50 miliar," kata Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan saat dihubungi tribunpadang.com dari Padang, Senin (2/7/2018) malam.

Polres Solok ekspose pengungkapan peredaran Upal
Polres Solok ekspose pengungkapan peredaran Upal (Ist)

Pengungkapan kasus ini, jelas Dony, berawal dari laporan masyarakat bernama Ijal Alwandi (34) yang merupakan seorang pemilik warung yang tinggal di Ampang Kualo, RT002/RW006 Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok. 

Dalam laporan yang sudah diregistrasi ke dalam LP/149/B/VII/2018/Polres Solok Kota tertanggal 1 Juli 2018 itu, pelapor mengatakan bahwa tersangka Febri membeli sebungkus rokok dengan harga Rp 23 ribu menggunakan uang palsu pecahan Rp100 ribu di warungnya. 

Baca: Diduga karena Asmara, Kakek 60 Tahun Ini Bacok Tetangganya

"Awalnya pelapor tidak mengetahui uang yang dibelanjakan Febri uang palsu.

Halaman
123
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help