Rokan Hulu

Tempat Kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan Dikembangkan Jadi Objek Wisata Religi

Rencananya jemaah tarekat dalam waktu dekat juga akan memulai pembangunan surau suluk di kawasan Rantau Binuang Sakti.

Tempat Kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan Dikembangkan Jadi Objek Wisata Religi
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN-‎ Tempat kelahiran tokoh suluk Syekh Abdul Wahab Rokan berlokasi di Desa Rantau Binuang Sakti (RBS), Kecamatan Kepenuhan, terus dilakukan pengembangannya oleh pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Kepala Disparbud‎ Kabupaten Rohul, Drs. Yusmar M.Si, mengungkapkan, berbagai upaya telah dilakukan dinasnya dalam mencari dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah pusat.

Ia mengaku, dana bantuan dari pemerintah diperlukan untuk peningkatan sarana dan prasarana di tempat kelahiran Syekh Abdul Rokan, tokok suluk asal Rohul yang kini telah menjadi salah satu objek wisata religi di Kabupaten Rohul berjuluk "Negeri Seribu Suluk".

Baca: KDBS Bantu Warga Muara Fajar Sediakan Kebutuhan Air Bersih

Baca: Hanya 30 Hari Nenek Maimun Hapal 8 Juz Ayat Alquran, Ingin Tahu Caranya?

Yusmar menjelaskan, di Desa Rantau Binuang Sakti telah dibangun Visitor Center.

Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2018, Disparbud Rohul akan membangun pagar keliling di kawasan wisata religi ini dengan dana sekira Rp 1,4 miliar.

Bukan itu saja, terangnya, rencananya jemaah tarekat dalam waktu dekat juga akan memulai pembangunan surau suluk di kawasan Rantau Binuang Sakti.

"Kita tetap komitmen membangun kawasan Rantau Binuang Sakti sebagai objek wisata religi. Namun kita harapkan keikutsertaan masyarakat dan mahasiswa, sebab kita tidak bisa berjalan sendiri," katanya, Selasa (3/7/2018).

Ia mengungkapkan, ada kelebihan dari objek wisata religi di Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan.

Di daerah tempat kelahiran tokoh suluk yang sudah dikenal di Asia Tenggara ini juga ada danau luas, sebagai pendukung pariwisata.

Lebih lanjut dijelaskanya, Abdul Wahab Rokan, atau dikenal dengan sebutan Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi An-Naqsyabandi‎ lahir pada 28 September 1811 di Kampung Danau Runda, Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan.

Syekh Abdul Wahab Rokan meninggal dunia pada 27 Desember 1926, atau pada usia 115 tahun di Besilam, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

Baca: Pemkab Buka Pendaftaran Bantuan Pendidikan untuk Mahasiswa Asal Pelalawan

Baca: PKS Bakal Ajukan Hendry Munief Menjadi Wakil Bupati Siak

Sehingga ia dimakamkan di daerah Besilam.

Syekh Abdul Rokan‎ merupakan seorang ulama ahli fikih, seorang sufi, sekaligus mursyid atau pembimbing rohani Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Provinsi Riau dan Sumatera Timur pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

"Nama Syekh Abdul Wahab Rokan tidak asing lagi di telinga jemaah tarekat. Bahkan, setiap peringatan haul atau hari meninggalnya tokoh suluk ini diperingati jemaah suluk di Besilam, Langkat," pungkasnya.(*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help