Pelalawan

Begini Cara PT Musim Mas Simulasi Pengendalian Karhutla

PT Musim Mas menggelar pelatihan dan simulasi pencegahan serta pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di areal perusahaan

Begini Cara PT Musim Mas Simulasi Pengendalian Karhutla
Tribun Pekanbaru/Johannes
Pelatihan dan simulasi Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) yang digelar PT Musim Mas di Desa Batang Kulim Kecamatan Pangkalan Kuras, Rabu (4/7/2018) 

Laporan wartawan tribunpelalawan.com: Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALANAN.COM, PANGKALAN KURAS- PT Musim Mas menggelar pelatihan dan simulasi pencegahan serta pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di areal perusahaan Desa Batang Kulim Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan.

Pelatihan dan simulasi Karhutla dilaksanakan bekerjasama dengan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, TNI, Polri, Masyarakat Bebas Api (MBA), serta Regu Pemadam (Regdam) PT Musim Mas yang ada di beberapa estate.

Baca: Diberi Tembakan Peringatan TO Polisi Ini Tetap Kabur Akhirnya Polisi Lakukan Ini

Terlebih dahulu Regdam perusahaan perkebunan kelapa sawit ini mendapat pemaparan singkat dari tim Satpol PP damkar terkait penanggulangan kebakaran serta pencegahannya. Termasuk langkah-langkah dalam mengatasi lahan ataupun rumah yang sudah terbakar.

Dalam sambutannya, General Manajer PT Musim Mas, Jerry, menuturkan pelatihan dan simulasi karhutla merupakan program wajib dari perusahaannya. Dalam setahun minimal dilakukan dua kali, bekerjsama dengan instansi pemerintah termasuk TNI dan Polri.

Baca: Pemprov Riau Masih Menunggu Arahan dari Pemerintah Pusat Soal Penerimaan CPNS

"Pastinya kita tidak menginginkan terjadinya kebakaran di areal perusahaan maupun areal masyarakat serta desa-desa yang ada disekitar kita. Harus dicegah dan dipadamkan," ungkap Jerry.

Selain itu, kata Jerry, pihaknya juga memberikan reward atau hadiah bagi desa-desa sekitar perusahaan apabila dalam setahun berhasil mencegah timbulnya kebakaran. Setiap desa diberikan Rp 25 juta untuk pembangunan fasilitas desa.

Dijelaskannya, pihaknya juga bekerjasama dengan Universitas Riau (UR) untuk melakukan pengolahan lahan tanpa mebakar dan bahkan limbah hasil pembersihan lahan atau land clearing dapat dimanfaatkan jadi pupuk.

Baca: Hari Jadi LAM Riau Diisi Ceramah Ustadz Abdul Somad serta Pemberian Penghargaan

"Semoga tahun ini dan kedepan wilayah kita bebes titik api," tukasnya.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Pelalawan, Abu Bakar FE, dalam sambutannya menuturkan, pelatihan dan simulasi harus terus dilakukan meskipun titik api tak ada. Sebab kemampuan dna ketangkasan regu pemadam musti diasah terus agar lebih mahir apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran lahan atau rumah.

Baca: Sebanyak 42 Kades di Inhu Habis Masa Jabatan, Sebelum Pilkades Akan Menjabat Pj

Abu Bakar menyatakan, Kabupaten Pelalawan menjadi salah satu percontohan di Provinsi Riau dalam mengantisipasi dan mengatasi karhutla. Hal ini disebabkan komunikasi dan koordinasi antar instansi pemadaman darat berjalan baik.

"Kedepan kita harus lebih solid. Baik itu unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA, serta perusahaan-perusahaan," tandasnya.(*)

Penulis: johanes
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help