Rokan Hulu

Diberi Tembakan Peringatan TO Polisi Ini Tetap Kabur Akhirnya Polisi Lakukan Ini

TO Polisi ini malah terus kabur saat sudah diberikan tembakan peringatan. pengedar narkoba ini akhirnya terkapar setelah dilumpuhkan

Diberi Tembakan Peringatan TO Polisi Ini Tetap Kabur Akhirnya Polisi Lakukan Ini
Tribun Pekanbaru/Dony
Ekspose pengungkapan narkoba oleh Polres Rohul 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN- Personel Satuan Narkoba Polres Rokan Hulu (Rohul), menggelar ekspos keberhasilan mengungkap sindikat jaringan pengedar Narkoba jenis sabu-sabu di wilayah hukum Kecamatan Rambah.

‎Ekspos yang dipimpin Wakil Kepala (Waka) Polres Rohul Kompol Willy Kartamanah, didampingi Kasat Narkoba Polres Rohul AKP Masjang Efendi‎, dan Paur Humas Ipda Nanang Pujiono mengungkapkan, pada pengungkapan Selasa malam (3/7/2018) sekitar 19.30 WIB, seorang laki-laki inisial ANT alias Abe (39) ditangkap anggota Satres Narkoba.

Baca: Pemprov Riau Masih Menunggu Arahan dari Pemerintah Pusat Soal Penerimaan CPNS

Kompol Willy mengungkapkan, tersangka ANT, warga Dusun Boncah Tugonang RT 004/ RW 002 Desa Rambah Tengah Hilir, Kecamatan Rambah merupakan salah seorang target operasi (TO) Kepolisian.

"Tersangka ditangkap di jembatan Sungai Batang Lubuh satu, atau dekat Azka Laundry Desa Babussalam, Kecamatan Rambah," katanya, Rabu (4/7/2018), Di Polres Rohul.

Baca: KPK Resmi Tahan 3 Anggota dan Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara

Lebih lanjut diterangkannya, pasca ditangkap, tersangka ANT dibawa ke rumahnya.

Namun, saat diminta menunjukkan lokasi tempat penyimpanan sabu, ANT tidak berkenan.

Saat polisi sedang sibuk mengecek, justru tersangka berusaha kabur.

Diakuinya, meski sudah diberi tembakan peringatan, namun tersangka ANT tetap berusaha kabur, sehingga polisi yang berjaga di depan rumah terpaksa melumpuhkan betis kaki bagian kiri tersangka.

Baca: Bupati Bengkalis Imbau ASN Nyaleg Ajukan Surat Pengunduran Diri

Diterangkanya, untuk barang bukti ‎ yang berhasil diamankan sebanyak 1,5 gram kotor karena sudah masuk ke pembungkus yang sudah dipaket-paketkan.

"Narkotika jenis sabu ini diduga berasal dari jaringan Pekanbaru. Dan sekarang sedang kita lakukan mapping," ungkapnya.

Ia menduga, tersangka ANT bukan hanya sebagai pengguna atau user, namun sebagai kaki tangan atau penjual skala kecil dari jaringan Narkoba di Kota Pekanbaru. Tersangka merupakan TO Polres Rohul, hasil mapping‎ dilakukan polisi sekitar 3 pekan lalu.

Baca: Sebanyak 42 Kades di Inhu Habis Masa Jabatan, Sebelum Pilkades Akan Menjabat Pj

Kompol Willy mengaku, ‎sedikitnya 5 paket diduga narkotika jenis sabu diamankan anggota Satres Narkoba Polres Rohul dari kamar rumah tersangka yang diselipkan tersangka di dalam lipatan atau sela peci warna hitam.‎

‎Bukan hanya itu saja, tambahnya, Polisi juga menyita 1 handphone android merk Asus warna hitam putih, dan sebuah peci warna hitam motif keemasan yang dipakai tersangka untuk menyimpan 5 paket diduga sabu.

Baca: Sebaiknya Pastikan Sumber Informasi Soal Pembukaan CPNS

"Tersangka ANT kita kenakan pasal 114 Jo 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman penjara diatas 5 tahun‎," pungkasnya.(*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help