Kampar

SMP UT Terlalu Banyak Sedot Anggaran namun Hasil Tak Maksimal, Pemkab Kampar Ambil Kebijakan Ini

Nasib SMP Negeri Unggul Terpadu Serambi Mekkah tampaknya diujung tanduk. Pemkab Kampar akan melakukan upaya ini

SMP UT Terlalu Banyak Sedot Anggaran namun Hasil Tak Maksimal, Pemkab Kampar Ambil Kebijakan Ini
.
Logo Kampar 

Laporan wartawan Tribunpekanbaru.com, Nando

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Nasib SMP Negeri Unggul Terpadu Serambi Mekkah tampaknya diujung tanduk.

Bukan hanya SMA Unggul Terpadu yang bakal ditutup. Buktinya, SMP ini tidak membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019.

Baca: Keluhan OPD Pemprov Riau, Kami Mau Kerja Apa Lagi, Semua Anggaran Dirasionalisasi

Kepala SMP Unggul Terpadu, Masgami mengungkapkan, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kampar meminta agar sekolah itu tidak melakukan perekrutan. Padahal awalnya, sekolah sudah mempersiapkan PPDB.

"Memang Februari kita sudah siapkan PPDB. Tapi datang Kepala Disdik baru, jangan dulu bikin PPDB," ungkap Masgami, Minggu (8/7/2018). Ia mengatakan, sampai sekarang belum ada kejelasan soal kelanjutan sekolah.

Baca: PMI Inhil Berikan Bantuan Bayi Penderita Infeksi Paru-Paru

Masgami menjelaskan, saat ini ada 48 siswa Kelas VIII dan IX di sekolah itu. Ia menanyakan nasib siswa kepada Disdikpora. Disebutkan, siswa akan dipindahkan. Menurut dia, ada siswa yang sudah mengajukan pindah. Namun belum ditindaklanjutinya.

"Katanya mau dimerger ke sekolah lain. Makanya saya belum tindaklanjuti (perpindahan siswa)," ujar Masgami. Nasib serupa juga dialami tenaga pengajar. Semua masih bertugas sebagai guru di SMP itu sampai ada keputusan resmi dari Pemerintah Kabupaten Kampar.

Masgami menuturkan, jika sekolah memang akan ditutup, namun Disdikpora Kampar belum menyerahkan surat resminya. Ia mengatakan, Disdikpora beralasan sekolah itu menyedot anggaran terlalu besar. "Ada boarding (siswa diasramakan). Katanya biayanya terlalu besar," katanya.

Baca: PMI Inhil Berikan Bantuan Bayi Penderita Infeksi Paru-Paru

SMP Unggul Terpadu memiliki 17 orang guru. Hanya dua orang, termasuk Masgami, yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Sedangkan 15 orang di antaranya honorer. SMP ini pertama sekali beroperasi pada tahun 2012 silam, bersamaan dengan SMA Unggul Terpadu.

Anggaran dengan Hasil Tidak Sesuai

Halaman
12
Penulis: nando
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help