Nelayan Riau dan Sumut Sering Bertemu di Perbatasan, Danlanal Berpesan Begini

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino meminta kepada kedua belah pihak untuk tidak Bentrok karena mencari nafkah di laut

Nelayan Riau dan Sumut Sering Bertemu di Perbatasan, Danlanal Berpesan Begini
TribunPekanbaru/Guruh BW
Sejumlah nelayan menjual hasil tangkapannya ke sejumlah pedagang di Pasar Sungai Juling, Selatpanjang. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Herman Mahmud Konflik antara nelayan Sumut dan Riau sudah berlangsung lama dan bahkan sangat sering terjadi di wilayah perbatasan Riau - Sumut tepatnya di Panipahan Rohil.

"Persoalannya karena seringnya nelayan dari Sumut yang masuk ke wilayah pencarian ikan nelayan dari Riau, "ujar Herman Mahmud kepada Tribunpekanbaru.com.

Baca: Bagian Kesra Setda Pastikan Jemaah Bengkalis Berangkat Haji Kloter 4 dan 8

Apalagi nelayan Sumut ini sering menggunakan alat tangkap yang dilarang pemerintah dimana menyebabkan habisnya populasi ikan didaerah tersebut, karena semuanya diangkut dengan alat tangkap tersebut.

" Warga geram dan bahkan pernah membakar kapal nelayan Sumut dan ini sudah sering terjadi, "ujarnya.

Pihaknya juga sudah melakukan kordinasi dengan pihak Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut agar memberi peringatan juga kepada nekayannya masing-masing.

Baca: Menjaga Situasi Kota yang Aman, Tertib dan Kondusif, Polresta Pekanbaru Akan Razia Besar-besaran

" Kita mengharapkan agar jangan saling melanggar aturan dan sama - sama dimanfaatkan potensi laut tersebut, "ujar Herman Mahmud.

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino meminta kepada kedua belah pihak untuk tidak Bentrok karena mencari nafkah di laut. Karena semua sumber kekayaan di laut adalah anugerah yang bisa diambil siapa saja (Nelayan).

Baca: Partai Baru Sebatas Konsultasi, Belum Ada yang Daftar ke KPU Rohul

" Yang dilaut itukan milik kita semua silahkan diambil namun dengan cara yang baik, dan jangan sampai berkelahi dan bakar kapal gara-gara memperebutkan hasil laut, "ujarnya.

Karena keberadaan ikan sendiri menurut Yose Aldino tidak hanya menetap pada satu tempat dan sifatnya berpindah pindah.

Baca: Dewan Rencanakan Pemanggilan Bapenda Inhu Terkait Masalah Ini

Namun bagi nelayan asal Sumut yang menggunakan alat tangkap yang dilarang menurutnya perlu diberikan sosialisasi dan peringatan, sehingga tidak menjadi pemicu masalah di perbatasan.

"Kami bersama Pemerintah selalu mengajak agar tidak ada terjadi bentrokan dan kami akan jaga terus di wilayah perbatasan, karena kami juga punya pos disana, "ujar Yose Aldino. (*)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved