Spanduk Mohon Dukungan Riau Jadi Daerah Istimewa Terpasang di Depan Kantor Gubernur Riau

Perjuangan gerakan itu berlanjut kepada tuntutan menjadikan Riau sebagai daerah yang memiliki otonomi khusus atau otsus.

Spanduk Mohon Dukungan Riau Jadi Daerah Istimewa Terpasang di Depan Kantor Gubernur Riau
Tribunpekanbaru/nolpitoshendri
Spanduk Mohon Dukungan Riau Jadi Daerah Istimewa 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Nolpitos Hendri

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU– Riau merupakan daerah penghasil sumber daya alam potensial yakninya minyak dan gas.

Selain itu, ada hasil tambang lain seperti emas dan hasil laut yang melimpah, ditambah hasil perkebunan seperti sawit dan karet.

Sumber daya alam paling menonjol adalah sektor migas, kekayaan minyak Riau membuat minyak Riau menjadi penyumbang 70 persen produksi minyak Indonesia pada tahun 1970-an.

Namun, masyarakat Riau masih sedikit merasakan hasil dari tanah kelahiran mereka itu.

Maka, munculah gerakan masyarakat guna menuntut kepada pemerintah pusat untuk diberikan hak istimewa.

Gerakan itu dimulai dengan adanya Gerakan Riau Merdeka yang dideklarasikan pertama kali pada tanggal 15 Maret 1999.

Perjuangan gerakan itu berlanjut kepada tuntutan menjadikan Riau sebagai daerah yang memiliki otonomi khusus atau otsus.

Perjuangan ini dideklasarasikan Forum Nasional Perjuangan Rakyat Riau untuk Otsus (FNPRRO) pada tanggal 11 Januari 2007.

Baca: Perwakilan Masyarakat 2 Orang, Pemkab Kampar Susun Tim Penyelesaian Konflik Koto Aman-PT SA

Baca: 3 Zodiak yang Jago Berdebat, Apakah Anda Salah Satunya?

Kala itu Ketua Tim Formatur FNPRRO adalah H Syarwan Hamid.

Halaman
1234
Penulis: Nolpitos Hendri
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved