Pekanbaru

Warga Diminta Kosongkan Lahan 3x24 Jam, Warga Pebatuan Gelar Musyawarah

Dalam surat itu, warga diminta mengosongkan lahan dalam waktu 3x24 jam. Untuk itu ia mengundang warga guna

Warga Diminta Kosongkan Lahan 3x24 Jam, Warga Pebatuan Gelar Musyawarah
Tribun Pekanbaru
Musyawarah warga Jalan Gunung Salak, Kelurahan Pebatuan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru dimulai. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nolpitos Hendri

TRIBUNPEKANBARU. COM, PEKANBARU - Musyawarah warga Jalan Gunung Salak, Kelurahan Pebatuan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru dimulai.

Musyawarah terkait kepemilikan tanah ini langsung dipimpin Ketua RW 09 Kelurahan Pebatuan, SL Limbong.

SL Limbong mengawali musyawarah dengan menjelaskan undangan musyawarah yang ia sampaikan kepada warga, yakni terkait adanya surat dari perusahaan yang menyebut sebagai pemilik tanah seluas lebih kurang 200 hektar yang berada di Jalan Gunung Salak.

Baca: FOTO: BJ Habibie Hadiri Peringatan HUT Riau ke-61

Dalam surat itu, warga diminta mengosongkan lahan dalam waktu 3x24 jam. Untuk itu ia mengundang warga guna sama-sama tahu terkait masalah ini.

Warga pemilik tanah yang ada di Jalan Gunung Salak ini di antaranya ada Muhammadiyah, Herman Abdullah, Irfan Herman, SL Limbong, Andi Syamsul Bahri, dan ratusan warga lainnya.

Andi Syamsul Bahri sebagai pemilik tanah di Jalan Gunung Salak ini, diminta SL Limbong untuk memberikan penjelasan terkait kejelasan tanah di Jalan Gunung Salak ini.

Baca: Ini Pesan Kemendikbud kepada Gubernur untuk Akhiri Polemik 10 Sekolah di Lima Desa

Andi Syamsul Bahri yang merupakan mantan Camat Bukit Raya dan juga mantan Kabag Pemerintahan Pemko Pekanbaru ini menjelaskan, tanah di sepanjang Jalan Gunung Salak ini tidak pernah masuk dalam Kelurahan Tangkerang Timur, sebagaimana dasar surat tanah perusahaan.

"Tanah ini masuk dalam wilayah Kelurahan Kulim Kecamatan Tenayan Raya. Tidak pernah masuk wilayah Kelurahan Tangkerang Timur," ungkap Andi.

Juga ada beberapa warga dan pemuka masyarakat yang menyampaikan penjelasan terkai5 kejelasan tanah ini. Semua pemuka sepakat bahwa tanah di Jalan Gunung Salak ini tidak pernah masuk dalam Kelurahan Tangkerang Timur.

Maka warga diharapkan tidak terpancing oleh surat perusahaan yang meminta mengosongkan lahan dalam waktu 3x24 jam, karena suratnya tak beralasan.

Penulis: Nolpitos Hendri
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved