Berita Riau

Polda Riau Bongkar Ilegal Logging di Kuala Kampar Berdasarkan Laporan Warga dan Patroli Udara

Polda Riau membongkar praktik ilegal logging (Ilog) di Kuala Kampar berdasarkan laporan warga dan patroli udara karhutla

Polda Riau Bongkar Ilegal Logging di Kuala Kampar Berdasarkan Laporan Warga dan Patroli Udara
TribunPekanbaru/Ilham Yafiz
Pengungkapan Ilegal logging di Pelalawan, Kamis (11/10/2018) di Pekanbaru. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau membongkar praktik ilegal logging (Ilog) di Kuala Kampar berdasarkan laporan warga dan patroli udara Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla).

Pengungkapan ilegal loging di Kabupaten Pelalawan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DitresKrimsus) Riau'>Polda Riau beberapa waktu lalu dengan jumlah barang bukti mencapai 52,8 Ton terungkap atas adanya laporan masyarakat dan patroli Karhutla.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Riau, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan memaparkannya kepada wartawan, Kamis (11/10/2018) saat ekspose di Riau Savety Driving Centre (RSDC) Pekanbaru.

Baca: Basarnas Pekanbaru Kunker Ke Inhil untuk Tingkatkan Sinergi Tanggulangi Bencana

Baca: Polsek Pangkalan Kuras Sita 5 Gram Sabu-sabu dari Dua Orang Remaja

"Kayu ditemukan di konsesi PT.SPA tapi tebangnya di hutan desa Serapung. Ini jadi masalah karena di hutan desa Serapung. Masyarakat setempat juga tidak menerima kegiatan. Rawan karhutla karena mereka (pelaku) sudah mulai menetap," paparnya.

Ia mengungkapkan sembilan belas orang pelaku yang diamankan sebagian besar merupakan masyarakat yang berasal dari desa berbeda.

Mereka merambah di kawasan Kuala Kampar, Pelalawan.

"Puluhan hektar diperkirakan (dirambah). Ini juga terlihat dari patroli kita di udara," lanjutnya.

Baca: Banyak Sekolah di Pekanbaru yang Butuh Meubeler dan Ruang Kelas Baru

Baca: Bebas dari Penjara, Pasutri Ini Kembali Terciduk, Ternyata Gelarnya Raja & Ratu Curanmor di Padang

Lebih lanjut Gidion mengungkapkan jika pihaknya berencana hendak membongkar kasus ini saat lebaran lalu, hanya saja para pelaku meninggalkan lokasi, dan hanya menyisakan alat-alat untuk melakukan perambahan.

"Kita mau bongkar saat lebaran, tapi mereka mengosongkan lokasi hanya meninggalkan peralatan, seperti chain saw dan lainnya, jadi kita tunggu usai lebaran," terangnya. (*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help