Berita Riau

Cegah dan Tanggulangi ISPA, Dokter Muda FK Universitas Riau Gelar Sosialiasi Terkait ISPA

Mahasiswa dokter muda FK UR, melakulan sosialiasi pencegahan penyakit Infeksi Saluran Penapasan Akut (ISPA)

Cegah dan Tanggulangi ISPA, Dokter Muda FK Universitas Riau Gelar Sosialiasi Terkait ISPA
Istimewa
Jajaran pemerintah desa Indrapuri Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, bersama dosen pembimbing dari dokter muda FK UNRI. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Hendri Gusmulyadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebagai upaya mencegah dan menanggulangi tingginya angka kejadian Infeksi Saluran Penapasan Akut (ISPA), mahasiswa dokter muda Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Riau (UNRI/UR), melakulan sosialiasi pencegahan penyakit tersebut di desa Indrapuri Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Kamis (1/11/2018) kemarin.

Para dokter muda yang kebetulan tengah menjalankan masa tugas di Puskesmas Tapung 1 ini, dalam sosialisasinya mendapatkankan dukungan penuh dari Kepala Puskesmas Tapung 1, Sekdes Indrapuri, dan masyakat setempat.

Baca: Jasad Penumpang Masih di Kursi Pesawat, Bangkai Lion Air JT 610 yang Jatuh akan Diangkat Crane

Baca: Hadapi Singapura di Piala AFF 2018, Timnas Indonesia Garap Tiga Taktik

Meraka juga didampingi oleh dosen FK UNRI sekaligus sebagai pembimbing disana yakni dr Sri Melati Munir SpP(K) dan Dr dr Ismawati, MBiomed, serta drg Tuti Restu Astuti, MKes.

Ketua Kelompok Dokter Muda UNRI, Rifqi Rahmadan, Jumat (2/11/2018) menjelaskan, kegiatan ini disambut antusiasme tinggi dari bidan dan kader posyandu serta warga Desa Indrapuri. Berlangsung sangat efektif disertai dengan pelatihan etika batuk dan bersin serta cara cuci tangan yang baik dan benar, berguna untuk mencegah penularan ISPA dari orang ke orang.

"Kegiatan kemarin berlangsung selama satu hari penuh. Kita datang langsung ke masyarakat, sosialiasi dimana sebelumnya menyebarkan undangan ke sejumlah masyarakat," jelas Rifqi.

Baca: Sosok Sertu Marinir Hendra yang Temukan Black Box Lion Air di Laut, Ramah dan Hobi Sepeda Cross

Baca: Urutan 6 di Riau, Begini Sebaran Rinci Realisasi Imunisasi MR di Kampar

Berdasarkan data yang mereka peroleh, Rifqi menyebut angka ISPA di desa Indrapuri Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, terbilang tertinggi. Meski Kemauan untuk mencegah dari masyarakat sangat luar biasa, namun belum banyak yang paham tentang pelaksanaan yang baik dan banar sesuai ketentuan.

"Banyak yang belum paham tentang etika batuk dan bersin yang benar, cara mencuci tangan yang benar, dan beberapa kiat lainnya untuk mencegah ISPA. Tapi setelah kita sosialiasi masyakat sudah mulai paham. Penyebab ISPA, ada beberapa, ada penularan secara tidak langsung dan langsung, mulai dari batuk, polusi dan lainnya. Batuk ada tata caranya, hindari batuk beralas telapak tangan, kalau bisa pakai tisu atau material tebal lainnya yang tak bersentuhan dengan orang lain. Kalau pun pakai tangan, kalau bisa dicuci langsung, tapi ini sangat jarang dilakukan orang, kalau tak dicuci bisa menular mudah ke orang lain," terang Rifqi.

Baca: Riau Bawa Pulang 13 Medali di Kejurwil Panjat Tebing 2018

Jumlah total masyarakat yang ikut saat itu ungkap Rifqi sekitar 50 orang, mulai dari kader desa, ketua RT dan masyarakat umum lainnya. Mereka juga memberikan sejumlah bingkisan kepada masyarakat karena antusiasnya yang cukup tinggi.

Pembimbing Dokter Muda, Sri Melati Munir menyebut, kegiatan sosialiasi dari dokter mudanya kepada masyarakat ini dilakukan dalam rangka menurunkan tingginya angka kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Tapung 1 Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar.

Sebagai dokter muda sudah sepantasnya melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan partisipasi dalam kesehatan masyarakat.

"Ini adalah kegiatan COME yang diselenggarakan oleh 10 orang dokter muda FK UNRI," terang Sri Munir.

Baca: Fenonema Tanah Bergerak di Sawahlunto Sumbar, Jalan Terbelah 40 Meter 16 Rumah Rusak

Ia berharap, melalui edukasi dan sosialisasi dari dokter mudanya, masyarakat setempat bisa menjadikan ini sebagai gerakan peduli kesehatan.

"Utamanya kita berharap dapat mengurangi tingginya angka kejadian ISPA di Desa Indrapuri tersebut," katanya. (*)

Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved