Kampar

Musim Hujan Membuat Kunjungan ke Objek Wisata di Kampar Menurun

Curah hujan yang tinggi ternyata memberi dampak kepada sektor pariwisata di Kampar

Musim Hujan Membuat Kunjungan ke Objek Wisata di Kampar Menurun
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Suasana Air Terjun Batu Dinding di Desa Tanjung Belit Kec Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar yang tampak asri dengan air yang bersih dan kepungan pepohonan yang rindang, Sabtu (4/8/2018). Kawasan ini merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup populer dikawasan tersebut. Objek wisata Air Terjun Batu Dinding dapat ditempuh sekitar 30 menit dengan berjalan kaki dari pusat pemukiman Desa Tanjung Belit. Dalam beberapa tahun terakhir, tempat ini cukup ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar, termasuk warga Pekanbaru karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Kota Pekanbaru, hanya sekitar 2,5 jam. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

Laporan Wartawan tribunpekanbaru.com Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Curah hujan yang tinggi ternyata memberi dampak kepada sektor pariwisata. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kampar, Zulia Dharma menyebutkan jumlah kunjungan di objek-objek wisata menurun.

Zulia mengatakan, penurunan jumlah kunjungan itu dirasakan sejak dua pekan terakhir. Seperti di Puncak Ulu Kasok serta objek wisata lainnya. "Tidak signifikan. Sekitar 20 persen, mungkin ada (penurunan jumlah kunjungan)," ungkapnya, Selasa (6/11/2018).

Baca: VIDEO: Pawai Taaruf MTQ Pelalawan Dilepas Saat Hujan Deras, Seluruh Khafilah Basah Kuyup

Kegiatan pariwisata paling terasa di objek-objek wisata pinggiran sungai. Seperti Pulau Cinta Teluk Jering Desa Teluk Kenidai Kecamatan Tambang dan Pulau Ghindu Desa Kuapan Kecamatan Tambang. Sebagian kawasannya tergenang.

"Memang diakui, besarnya debit air karena tingginya curah hujan, sebagian daratan tergenang," ujar Zulia. Ia mengatakan, pengelola telah membatasi penggunaan wahana air. Seperti Banana Boat, Donat Boat dan perahu.

Di samping itu, pengunjung yang ingin bermain-main di tepi sungai juga dibatasi.

Pengelola diminta selalu mengingatkan dan mengawasi pengunjung yang memanfaatkan aliran sungai sebagai tempat bermain.

Baca: Video: Live Streaming Indonesia vs Malaysia Piala AFF Futsal 2018, Live MNC TV Pukul 14.00 WIB

Meski begitu, wahana darat tetap berjalan. Ia menontohkan, wahana Motor ATV di Teluk Jering. Wahana tetap beroperasi tanpa pembatasan. Ia mengimbau pengelola dan pengunjung meningkatkan kewaspadaan. (*)

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved