Pariaman

Rumah Dihantam Longsor di Pariaman, Seorang Mahasiswi Meninggal Dunia, 2 Orang Luka-luka

Hujan lebat menyebabkan terjadinya longsor di Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.

Rumah Dihantam Longsor di Pariaman, Seorang Mahasiswi Meninggal Dunia, 2 Orang Luka-luka
Istimewa
Hujan lebat yang mengguyur Kota Pariaman sejak Kamis siang higga Jumat (9/11/2018) dini hari, menyebabkan terjadinya longsor di Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman. 

Laporan kontributor tribunpadang.com Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Hujan lebat yang mengguyur Kota Pariaman sejak Kamis siang higga Jumat (9/11/2018) dini hari, menyebabkan terjadinya longsor di Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.

Bahkan akibat bencana alam tersebut, satu orang warga meninggal dunia karena rumahnya yang berjarak sekitar 10 meter dari lereng tebing, dihantam material longsor hingga rusak berat.

Hujan lebat yang mengguyur Kota Pariaman sejak Kamis siang higga Jumat (9/11/2018) dini hari, menyebabkan terjadinya longsor di Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.
(Foto: Istimewa)

Kalaksa BPBD Kota Pariaman Asrizal mengatakan, korban meninggal bernama Sawitri Ernalisa (21). Dia meninggal dunia setelah 1,5 jam lamanya tertimbun material longsor yang menghantam rumahnya.

"Korban merupakan mahasiswi di Padang. Namun di perguruan tinggi mana, saya kurang tahu," kata Aarizal saat dihubungi tribunpadang.com via handphone dari Padang, Jumat malam.

Baca: Ilmuwan Tembakkan Laser ke Luar Angkasa untuk Curi Perhatian Alien

Selain satu orang korban jiwa, longsor tersebut juga menyebabkan dua orang korban mengalami luka ringan. Keduanya bernama Syahrial (52) dan Sri Wahyuni (17).

Keduanya merupakan Ayah dan adik dari korban yang meninggal, dan keduanya mengalami luka lecet di bagian kaki dan tangan, karena tertimpa material bangunan yang roboh dihantam longsor.

"Korbannya ini satu keluarga. Ada lima orang yang tinggal di rumah tersebut. Dua orang lainnya selamat dari hantaman material longsor yang memporak porandakan rumah yang ditempati satu keluarga tersebut," ujarnya.

Baca: Semen Padang FC Berambisi Patahkan Rekor Tak Terkalahkan Aceh United di Laga Tandang

Saat pencarian terhadap korban meninggal yang dilakukan oleh BPBD dan dibantu TNI dari Kodim Pariaman, serta Polri dari Polres Pariaman, termasuk masyarakat daerah setempat, Asrizal menyebut Walikota Pariaman Genius Umar juga turun ke lokasi longsor.

Bahkan, walikota ikut serta melakukan evakuasi korban untuk dibawa ke RSUD Pariaman. Tidak hanya itu. Setelah salat Jumat, walikota bersama wakilnya, juga ikut melepas jasad korban untuk dimakamkan.

Hujan lebat yang mengguyur Kota Pariaman sejak Kamis siang higga Jumat (9/11/2018) dini hari, menyebabkan terjadinya longsor di Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.
(Foto: Istimewa)

Bahkan pada kesempatan itu, beliau juga menyerahkan santunan kepada korban tanah longsor tersebut.

"Santunan berupa uang tunai sebesar Rp20 juta itu, berasal dari sumbangan sejumlah pihak yang dilakukan secara spontanitas," terang Asrizal.

Longsor akibat hujan lebat yang terjadi sejak Kamis sore itu, sebut Asrizal, terjadi Kamis pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Baca: FOTO: Patung Kuda di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Mulai Dibenahi

Ketonggian longsor lebih kurang 20 meter dengan lebar 10 meter. Dinas PU Pariaman sudah mendatangkan alat berat untuk mengevakuasi material longsor.

"Bahkan, alat berat tersebut juga membuat trap untuk mengurangi lereng tebing yang berjarak sekitar 10 meter dari rumah korban. Tujuannya, untuk pencegahan ancaman longsor susulan," pungkasnya.(*)

Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved