Kisah Nurhadi si Tukang Pijat, Viral Capres Nomor 10, Ditawari Timses sampai Dilirik Youtuber China

Kisah Nurhadi si Tukang Pijat, Viral Capres Nomor 10, Ditawari Timses sampai Dilirik Youtuber China

Kisah Nurhadi si Tukang Pijat, Viral Capres Nomor 10, Ditawari Timses sampai Dilirik Youtuber China
tribunnews.com
Kisah Nurhadi si Tukang Pijat, Viral Capres Nomor 10, Ditawari Timses sampai Dilirik Youtuber China 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Nurhadi, tukang pijat refleksi di Pasar Brayung, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tak menyangka jika dirinya bakal viral di jagat maya.

Capres fiktif Nurhadi Aldo
Kisah Nurhadi si Tukang Pijat, Viral Capres Nomor 10, Ditawari Timses sampai Dilirik Youtuber China

Bapak empat anak asal Desa Golantepus RT 6 RW 4, Kecamatan Mejobo, Kudus yang telah 15 tahun berprofesi sebagai tukang pijat itu mendadak tenar setelah pencapresan guyonannya.

Seseorang yang sama sekali tak dikenalnya, mengkampanyekan Nurhadi melalui akun media sosial hingga menyedot perhatian khalayak.

Karena ketenarannya di medsos itu sampai-sampai ada tim sukses pasangan capres 2019 yang mendatangi Nurhadi. Nurhadi ditawari untuk menjadi juru kampanye atau tim sukses pasangan capres 2019.

" Timses capres 2019 datang dan menawari saya untuk kampanye calon presidennya. Saya tidak mau. Untuk apa ? Lha wong saya itu cuma tukang pijat. Semula di komunitas angka 10, saya hanya mengajak warga untuk baca salawat, mencintai Alloh," jelasnya

Bahkan, Nurhadi menyebut juga dilirik Youtuber asal China. Hal itu diketahuinya setelah ada orang yang mengaku bernama Tabita menghubunginya.

"Jadi ada Youtuber asal China yang siap merekam saya lewat video dan memviralkan saya.

Tabita adalah orang yang menjadi perantaranya. Saya kaget. Tapi tak masalah asal dimanfaatkan dengan baik," ujar dia. Viralnya Nurhadi atas keisengan Edwin adalah berkah tersendiri baginya. Melalui pencapresan banyolan ini Sang Kreator berhasil membantu mengangkat nama Nurhadi terutama juga peningkatan dari sisi ekonomi.

Usaha pijat refleksi dan obat tradisional yang dikelola Nurhadi pun kebanjiran order.

Bahkan dari momen itu, Edwin yang menganggap itu sebagai sebuah peluang bisnis meminta Nurhadi untuk menjual kaus-kaus bergambar pencapresannya.

Halaman
12
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved