Bengkalis

Terpantau Banyak Titik Api, Kualitas Udara di Bengkalis Masih Normal

Meskipun titik api cukup banyak di Bengkalis, kondisi udara di daerah ini masih dalam keadaan normal.

Terpantau Banyak Titik Api, Kualitas Udara di Bengkalis Masih Normal
Tribunpekanbaru/MNatsir
Kondisi Kota Bengkalis masih cerah meski kebakaran lahan terpantau cukup banyak di daerah ini. 

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Meskipun titik api cukup banyak di Bengkalis, kondisi udara di daerah ini masih dalam keadaan normal.

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Bengkalis Nur Hasanah, Rabu (20/2) menjelaskan, pemantauan kualitas udara dilakukan DLH Bengkalis dengan menggunakan alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dimiliki Chevron dan Pertamina dalam memantau pencemaran udara selama 24 jam di daerah Mandau dan Pinggir.

"Dari pantauan yang kita lakukan sampai saat ini kualitas udara di kabupaten Bengkalis tepatnya daerah Duri dan Pinggir masih di bawah baku mutu indeks pencemaran udara. Kondisi cuaca masih baik," ungkapnya.

Sementara kondisi pencemaran udara di Kota Bengkalis, juga dipantau pihak DLH Bengkalis masih dalam keadaan normal.

Meskipun pemantauan dilakukan tidak menggunakan ISPU melainkan dengan pemantauan jarak pandang secara langsung.

"Untuk kota Bengkalis sampai saat ini dari pantauan kita secara langsung memang belum ada nampak kabut asap yang diakibatkan oleh Karhutla. Sementara kondisi cuaca masih panas terik dan belum terlihat ada kabut asap," jelasnya

Menurut Nur Hasanah, pemantauan kualitas udara di kota Bengkalis memang dilakukan hanya dengan kasat mata.

“Karena pemantauan menggunakan ISPU tidak dapat dilakukan, sebab ISPU yang ada di Bengkalis dalam keadaan rusak dan tidak bisa digunakan," jelasnya.

Sementara di daerah Rupat yang menjadi titik terbanyak kebakaran lahan.

Dari pantauan DLH kondisi pencemaran udara di sana masih jauh dibawa baku mutu pencemaran udara.

Kondisi udara di sana masih belum terpengaruh oleh kabut asap akibat lahan yang terbakar.

Kondisi ini memang dipengaruhi oleh faktor angin yang mengarah ke luar pulau Rupat. Sehingga asap kebakaran belum mempengaruhi kualitas udara di sana.

"Kita lihat dari fisik seluruh kualitas udara di Bengkalis cukup baik dan belum ada pencemaran udara seperti kabut asap akibat Karhutla yang terjadi. Kita berharap masyarakat bisa menjaga terus kualitas udara ini dengan tidak melakukan pembakaran lahan," jelasnya.

Sampai saat ini DLH Bengkalis belum mengeluarkan himbauan terkait penggunaan masker kepada masyarakat saat keluar atau beraktifitas di luar rumah. Karena secara umum udara di Bengkalis masih normal dan masih di bawa baku mutu pencemaran udara.

"Kita hanya imbau masyarakat untuk ikut serta menjaga lingkungan dengan tidak membakar saat musim panas ini. Karena dengan jumlah kebakaran lahan yang meningkat nantinya akan mempengaruhi kualitas udara di Bengkalis," ucap Nur Hasanah. (*)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved