Dumai

Kualitas Udara di Kota Dumai Jumat Tidak Sehat, Angin Bawa Asap dan Residu Karhutla Pulau Rupat

arah angin yang berhembus dari timur ke barat menyebabkan asap dan residu kebakaran di Rupat terbawa hingga ke daratan

Kualitas Udara di Kota Dumai Jumat Tidak Sehat, Angin Bawa Asap dan Residu Karhutla Pulau Rupat
Tribunpekanbaru/Syahrul
Suasana Kota Dumai diambil pada Jumat (22/2/2019) pagi sekitar pukul 07.00 pagi. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Syahrul Ramadhan.

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kualitas udara di Dumai cenderung naik turun beberapa hari belakangan.

Pantauan Tribundumai.com melalui Air Quality Monitoring Data (AQMD) milik Chevron per Jumat (22/2/2019) pagi sekitar pukul 07.00 berada pada status Tidak Sehat dengan indikator kualitas udara diangka 147 Psi.

Buruknya kualitas udara tersebut disebabkan oleh masih terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis dan sejumlah kawasan lain di Riau Daratan.

Disampaikan oleh Koordinator Manggala Agni Provinsi Riau Edwin Putra, arah angin yang berhembus dari timur ke barat menyebabkan asap dan residu kebakaran di Rupat terbawa hingga ke daratan. Termasuk Kota Dumai.

Baca: Kabut Asap Turunkan Kualitas Udara Kota Dumai, Saat Pagi Hari Paling Buruk

Baca: Antisipasi Kabut Asap Akibat Karhutla, Diskes Riau Imbau Masyarakat Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

"Di daratan sendiri, misalnya di Kota Dumai masih dijumpai sejumlah titik api. Seperti informasi dari BMKG Stasiun Pekanbaru per pukul 16.00 sore masih terdapat enam titik panas (Hotspot) di wilayah Dumai," ungkap Edwin.

Berdasarkan informasi dari dia, terdapat kebakaran lahan di Parit 2 Kelurahan Bangsal Aceh Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai.

"Belum lagi di daerah Rantau Bais yang terletak langsung di sebelah barat Bangsal Aceh juga ditemukan kebakaran lahan" sebutnya.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala BPBD Kota Dumai Afrilagan yang menerangkan, timnya sedang berjibaku dalam melakukan pemadaman dan pendinginan di Parit 2 Bangsal Aceh.

"Kawasan Parit 2 Bangsal Aceh terdiri dari gambut dan semak belukar. Dengan kondisi cuaca yang panas dan berangin kencang seperti sekarang, tentunya pemadaman maupun pendinginan akan memakan waktu," papar Afrilagan.

Baca: KARHUTLA Lalap 387 Hektar, Pemprov Riau akan Rapat Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kabut Asap

Baca: Kota Bengkalis Belum Terlihat Kabut Asap, Kecamatan Mandau, Pinggir Mulai Muncul Kabut Tipis

Halaman
12
Penulis: Syahrul
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved