Rokan Hulu

Seorang Linmas TPS di Rohul Wafat Diduga Kelelahan, Bertugas Selama 30 Jam

Petugas Linmas ini, wafat setelah mengalami hipertensi dan dehidrasi akibat kelelahan setelah menjalankan tugas sebagai petugas pengamanan TPS 06

Seorang Linmas TPS di Rohul Wafat Diduga Kelelahan, Bertugas Selama 30 Jam
.
KPU Rohul takziah ke rumah duka 

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Seorang linmas petugas pengamanan TPS, di Kabupaten Rohul, pada Rabu (24/4/2019) dini Hari Wafat di Rumah Sakit setelah kelelahan menjalankan tugas mengamankan TPS, selama 30 Jam.

Keluarga Amsar, warga Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, hanya bisa pasrah, mengikhlaskan kepergian korban menghadap sang ilahi.

Petugas Linmas ini, wafat setelah mengalami hipertensi dan dehidrasi akibat kelelahan setelah menjalankan tugas sebagai petugas pengamanan TPS 06 di desa pematang Tebih kecamatan Ujung Baru, mulai dari pukul 06.00 pagi tanggal 17 April 2019 hingga pukul 12.00 WIB pada 18 April 2019.

Ani  istri Amsar mengaku, suaminya sempat mengeluhkan pusing dan mual sepulangnya mengantarkan logsitik Pemilu dari TPS ke kantor Camat Ujung batu.

Diakuinya, mengetahui kondisi suaminya sakit dan kelelahan, dirinya menyarankan agar suaminya memeriksakan kesehatan ke klinik, namun ditolak Amsar karena alasan biaya.

Baca: KPU Riau Tunggu Laporan KPU Daerah Terkait Jumlah TPS yang PSU dan PSL di Seluruh Riau

Baca: Di Riau Ada 5 Orang, Jumlah Anggota KPPS yang Meninggal Bertambah Jadi 144, Sakit 883-Ini Daftarnya

Baca: Anggota KPPS TPS 38 Perawang Barat Alami Stroke Usai Bertugas pada Hari Pemungutan Suara Pemilu 2019


"Saat itu abang bilang waktu itu tak usahlah bawa berobat, pusing-pusing sedikit tak apa, palingan makan obat dan tidur sebentar hilang," katanya, Rabu (24/4/2019) Malam.

Diceritakanya, selama 3 hari, mulai dari 19 April hingga 22 April 2019, Amsar kembali mengeluhkan pusing dan mual.

Namun, meski kondisi tubuhnya sakit dan lelah, Amsar tetap bersikeras menjalani pekerjaan rutinnya sebagai buruh dan penyadap karet, demi menghidupi keluarga

"Abang itu meski kondisinya sakit dia hanya memikirkan keluarga, mesti sudah saya larang kerja, karena kondisi nya sakit, abang tetap bersikeras mau tetap kerja nyadap karet dan buruh di pasar, dia bilang kalau tak kerja mau makan apa kita, sakit-sakit sedikit abg masih bisa tahan," ucapnya.

Dirinya menjelaskan, di malam 23 April 2019, kondisi suaminya semakin memburuk. Bahkan ia tiba-tiba jatuh pingsan di rumah, dan dirinya langsung bebrgegas membawa suaminya ke Rumah sakit Awal Bros Ujungbatu untuk mendapatkan pertolongan.

Diakuinya, meski sempat mendapat perawatan, pada akhirnya, Rabu ( 24/4/2019) sekitar pukul 1.20 WIB dini hari suaminya menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit awal bros di usia 52 tahun.

Akibat kepergian Amsar, Ani mengaku bingung, bagaiamana menghidupi 5 anaknya yang tiga diantaranya, masih duduk di bangku sekolah pasca kepergian suaminya yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

"Saya sekarang bingung, bagaiamana caranya saya bisa membesarkan 5 anak-anak saya. Apalagi 3 anak saya sekarang ini masih sekolah. tak ada lagi tulang punggung keluarga kami," sedihnya.

Sementara, Ketua KPU kabupaten Rohul, Elfendri mengaku turut berbelangsungkawa, dan berduka cita akibat wafatnya linmas bernama Amsar, yang ikut berjuang mensukseskan ‎pemilu 2019.

Diakuinya, pihak KPU telah mendatangi rumah duka, sebagai bentuk bela sungkawa atas wafatnya Amsar, diduga kelelahan akibat menjalankan tiugas sebagai linmas TPS.

Ia menambahakan, KPU Rohul telah mengusulkan Amsar ke KPU Riau, untuk mendapatkan santunan atas jasanya dalam mensukseskan pelaksanaan pemilu di Rohul.

"Kami keluarga besar KPU Rohul berduka atas wafatnya saudara Amsar, Semoga amal saleh dan jasa beliau yang ikut mensukseskan pemilu di Rohul, bisa diterima di sisi Allah. SWT.

(Tribunrohul.com/donny kusuma putra)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved