Berita Riau

HATI-HATI! Tim Subdit V Cyber Polda Riau Berantas Kejahatan di DUNIA MAYA, Tangani Kasus Pidana ITE

Hati-hati! Tim Sub-Direktorat atau Subdit V Cyber Polda Riau berantas kejahatan di dunia maya, tangani kasus pidana Informasi Transaksi Elektronik ITE

HATI-HATI! Tim Subdit V Cyber Polda Riau Berantas Kejahatan di DUNIA MAYA, Tangani Kasus Pidana ITE
Kompas.com
HATI-HATI! Tim Subdit V Cyber Polda Riau Berantas Kejahatan di DUNIA MAYA, Tangani Kasus Pidana ITE 

HATI-HATI! Tim Subdit V Cyber Polda Riau Berantas Kejahatan di DUNIA MAYA, Tangani Kasus Pidana ITE

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hati-hati! Tim Sub-Direktorat atau Subdit V Cyber Polda Riau berantas kejahatan di dunia maya, tangani kasus pidana Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Untuk menangani kasus tindak pidana yang berkaitan dengan dunia maya, Kepolisian Daerah (Polda) Riau akhirnya memiliki Subdit khusus.

Subdit tersebut, yakni Subdit V Cyber, tim yang bernaung di Subdit ini, khusus menangani kasus yang menyangkut ITE.

Baca: MASJID Ar Rahman di Riau BERUSIA 123 Tahun, Bahan Bangunannya dari SINGAPURA, Dibangun Tukang China

Baca: MISTERI Kematian 15 Penyelenggara Pemilu di Riau, Dokter Sebut Bukan karena Lelah, Benarkah Diracun?

Baca: BATALKAH PUASA Melihat Aurat Wanita atau GADIS SEKSI Saat Jalan di Mal? Ini Kata Ustazah Nella Lucky

Baca: Mudik Lebaran 2019 di Riau, Pemudik Gunakan Jalur Darat Diprediksi Naik Pakai Mobil Pribadi dan Sewa

Subdit V Cyber berada di bawah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) di Polda Riau, sesuai bilangannya, ini menjadi Subdit kelima yang terdapat di Ditreskrimsus.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan, Subdit V Cyber sendiri baru-baru ini dibentuk.

"Subdit V ini untuk menguatkan penegakkan hukum cyber (Siber.red), terutama terkait informasi transaksi elektronik (ITE)," ujar Kombes Gidion, Selasa (14/5/2019).

Lanjut dia, dengan adanya Subdit Cyber ini, aparat penegak hukum dapat melakukan patrol cyber, untuk meminimalisir potensi kejahatan-kejahatan di jagat maya yang biasa terjadi.

Misalnya saja seperti penipuan online, pemerasan (via online), hingga hate speech (ujaran kebencian.red).

"Kejahatan itu tidak saja bisa terjadi di dunia nyata, melainkan juga di dunia maya. Misalnya penipuan online, hate speech bahkan hingga prostitusi online. Untuk kasus-kasus seperti ini nanti akan ditangani Subdit Cyber," sebut dia lagi.

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved