Karyawan dan Security PT Arara Abadi Racuni Tanaman Warga
Oknum petugas keamanan itu tertangkap basah sedang menyirami racun ke tanaman sawit milik warga.
TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Sebanyak tiga orang Sekuriti dan satu karyawan PT Arara Abadi distrik Nilo ditangkap oleh puluhan warga Bukit Kesuma Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras, Minggu (22/4) malam. Pasalnya, oknum petugas keamanan itu tertangkap basah sedang menyirami racun ke tanaman sawit milik warga.
Menurut seorang warga Kesuma, Anto Riyadi saat dihubungi tribun, Senin (23/4) menjelaskan keempat sekuriti PT Arara Abadi itu langsung
ditangkap warga setelah melihat keempatnya keluar dari kebun milik
penduduk. Saat dilihat, mereka membawa botol minuman mineral berisi
racun tanaman. Saat ditanya, keempat lelaki itu mengaku disuruh oleh
pihak Humas PT Arara, untuk menyiramkan cairan tersebut ke kebun
warga.
"Jadi kita langsung emosi dan menangkap mereka dan membawa ke rumah saah satu warga untuk diamankan. Sebagian penduduk yang geram memang sempat memukul, tetapi langsung dilerai dan membawa pelaku ke tempat pengamanan," ujarnya.
Kejadian penyiraman racun itu, kata pria berusia 38 tahun ini, tepat
pada pukul sepuluh malam lewat. Sebelumnya, penduduk desa sudah curiga melihat ada mobil jenis Ford Ranger, milik perusahaan masuk ke areal kebun.
Setelah diperiksa, ternyata betul milik PT Arara Abadi dan dari dalam mobil keluar empat orang lelaki yang penampilannya seperti sekuriti. Para pria berambut cepak itu, membawa botol-botol berisi caiaran.
Setelah ditunggu beberapa menit, warga menghubungi penduduk desa
lainnya untuk bersama-sama menangkap basah pelaku. Tepat setelah
pelaku keluar dari kebun dan menuju mobil hendak meninggalkan Tempat
Kejadian Perkara (TKP), massa langsung memergoki mereka dan menangkap dengan barang bukti ada ditangan.
Dengan jawaban terbata-bata, penduduk langsung membawa dan mengamankan.
"Ini sudah sering terjadi, tanaman kami dirusak, dicabut, disiram
pakai minyak solar, hingga sekarang disiram pakai racun. Memang
sebelumnya, pelaku tidak dapat ditemukan. Tetapi sekarang jelas,
pelakunya ialah pihak perusahaan. Berarti selama ini perusahaan yang
melakukannya. Kami berharap polisi dapat mengusut kasus ini sampai
tunttas," ujar warga lainnya, Harahap.
Diterangkannya, konflik warga Kesuma dengan PT Arara terjadi sejak
tahun 2000 lalu. Perusahaan mengklaim lahan yang dikelola masuk dalam
areal konsesi mereka. Padahal, diatas tanah puluhan hektar itu, sudah
tertanam dan terbangun kebun sawit. Masyarakat juga mengaku tanah itu
milik mereka sejak nenek moyang dulu. Setelah itu rentetan kejadian
aneh, dan berbagai kesempatan demonstrasi pun terjadi.
Menurut salah satu tersangka, Jahilun Sinaga (43), ia melakukan
perusakan bersama tiga sekuriti yakni Fajar (28), Ashari (36), dan
George Feritas (38), sedangkan Jahilun bukanlah sekuriti melainkan
pegawai Humas di PT Arara Abadi.
Jahilu mengakui jika cairan yang disemprotkan itu merupakan racun ke tanaman warga. Mereka mengambil tindakan itu, atas suruhan pimpinannya di bagian Humas, yakni Nasrudin.
"Malam itu saya dipanggil oleh Pak Nasrudin pimpinan saya di Humas
perusahaan. Beliau menyuruh saya untuk menyiramkan racun ke tanaman
sawit yang ditanam warga diatas areal perusahaan. Saya langsung
bergerak untuk melakukan perintah itu, karena dia atasan saya," tutur
Jahilun saat ditanyai tribun diruangan Satuan Reserse Kriminal Polres
Pelalawan.
Setelah mendapat perintah secara lisan itu, Jahilun langsung memanggil
tiga sekuriti yakni Fajar, Ashari, dan George, untuk melakukan tugas
malam itu. Menggunakan mobil jenis Ford Ranger dengan BM 9232 CT, yang biasanya digunakan untuk operasional petugas keamanan, mereka menuju gudang terlebih dahulu. Mereka mengambil racun tanaman jenis Liposan atau biasa dikenal roundup sebanyak dua liter yang dimasukan dalam botol minuman mineral.
Selanjutnya, mereka berangkat ke TKP yakni di Petak 33 dusun II Sei
Medang, Desa Bukit Kesuma. Sampai ditempat yang dituju, Fajar, Ashari,
dan George turun membawa racun dan masuk kedalam kebun warga.
Sedangkan, Jahilun menunggu didalam mobil dalam kondisi mesin hidup.
Beberapa menit kemudian, ketiga anggota Sekuriti dari perusahaan
penyedia pengamanan CV Indonesia First Sekuriti, keluar dari kebun
dengan membawa sisa racun.
"Ada sekitar 20 batang sawit yang sudah kami sirami dan langsung ke
pucuknya. Kalau tidak salah, umur sawitnya baru satu tahun lebih. Kami
keluar dan berencana mau pindah ke kebun lainnya. Pas sudah mau
mendekati mobil, warga datang beramai-ramai menangkap kami. Kami hanya bias menjawab kalau kami disuruh pimpinan di Perusahaan,ö tutur George yang mengaku warag Timor Leste.
Mereka mengaku sempat mendapat pukulan dan tendangan warga warga yang sudah emosi, tetapi lantaran sangat ramai, wajah yang memukul tidak dikenali lagi.
Untunya, beberapa pemuka masyarakat melerai dan mengamankan mereka ke rumah warga. Beberapa jam setelah itu, polisi datang untuk mengamankan warga. Namun karena jumlah warga lebih banyak dari anggota Polsek Pangkalan Kuras, bantuan dari Polres Pelalawan
datang untuk mengamankan. Kendaraan yang digunbakan mereka juga
dirusak oleh warga.(www.tribunpekanbaru.co/cr9)