PKS PT Jalur Pusaka Sakti Kumala Mengeluarkan Asap Pekat Setiap Hari
Perusahaan di Pelalawan kembali dituding tidak melengkapi izin
Penulis: johanes | Editor:
Laporan wartawan Tribunpekanbaru.com: Johanes Tanjung
TRIBUNBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Perusahaan di Pelalawan kembali dituding tidak melengkapi izin. Kali ini Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Jalur Pusaka Sakti Kumala yang terletak di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 55, Pangkalan Kerinci.
Informasi diperoleh tribun dari warga sekitar, PKS milik perusahaan perkebunan sawit tersebut selalu mengeluarkan asap tebal dan pekat setiap hari, mulai pagi hingga sore. Tak jarang asap hitam pekat itu tercium hingga menyesakkan indra penciuman.
"Setiap hari seperti bau asapnya seperti membakar ban. Padahal pabriknya tidak jauh dengan perumahan masyarakat," ujar warga setempat, Samuel Lubis (37).
Dijelaskannya, pembakaran yang dilakukan oleh PKS hampir setiap hari dalam tiga bulan belakangan ini. Padahal, sebelumnya sudah bertahun-tahun pabrik yang terletak ditengah-tengah perkebunan itu vakum. Tak ada aktivitas pengelolahan kelapa sawit atau apapun. Namun pabrik itu kembali aktif dan beroperasi dalam rentang 24 jam.
Warga lainnya, David Soni (39), menyatakan dirinya hampi setiap hari melakukan perjalanan dari Kecamatan Bandar Seikijang ke Pangkalan Kerinci. Hampir setiap melintas pula dirinya melihat asap hitam tebal keluar dari cerobong milik PKS tersebut. Padahal, di Pangkalan kerinci sendiri banyak PKS yang aktif dengan porsi besar milik perusahaan besar pulak. Tetapi limbah asapnya tidak sampai sepekat itu.
Dikatakannya, kabar yang beredar di masyarakat PKS mini dan perusahaan perkebunan sawit itu milik Iskandar Husein, ketua DPW Nasdem Provinsi Riau. Perusahaan dan PKS itu tepat berhadapan dengan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) KM 55 yang juga milik Iskandar Husein.
"Badan Lingkungan Hidup sudah sepatutnya menelusuri ini. Mungkin sudah banyak warga yang resa," ujar PNS di Pemkab Pelalawan ini. (*)