Rabu Malam, Listrik di Pangkalan Kerinci Padam Selama Enam Jam
Pemadaman listrik di Pangkalan Kerinci kembali terulang dalam satu pekan belakangan ini.
Laporan : Johanes Tanjung
TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Pemadaman listrik di Pangkalan Kerinci kembali terulang dalam satu pekan belakangan ini. Asupan arus ke rumah warga terputus tanpa pemberitahuan, menimbulkan kekecewaan pelanggan.
Seperti yang terjadi pada Rabu (15/4/2015) malam listrik padam hingga subuh hari, sekitar enam jam lamanya. Tercatat arus mulai diputus sejak pukul 21.30 WIB dan baru hidup pada jam 03.30 Wib.
Warga yang listriknya padam merupakan pelanggan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata. Perusahaan milik Pemerintah Daerah (Pemda) Pelalawan ini, melayani listrik sebagian besar warga Pangkalan Kerinci.
"Biasanya listrik BUMD padam, kalau hujan turun bercampur petir. Padahal tadi malam tak ada hujan, tak ada petir, lampu mati juga. Gimana pelayanan listrik sekarang nih," kata seorang warga Pangkalan Kerinci, Yudi Mansyah (36), kepada tribun Kamis (16/4).
Dikatakannya, pemadaman listrik yang saat ini dirasakan warga hampir sama seperti krisis listrik beberapa tahun lalu. Padahal, Pemda Pelalawan selalu membesar-besarkan program Pelalawan Terang yang diklaim sudah meningkatkan elektrifikasi. Namun belum terbukti sepenuhnya, jika kondisi serupa kerap terjadi.
Warga lainnya, Sujibran Sanin (45), mengeluhkan sumber arus BUMD Tuah Sekata yang masih ketergantungan kepada perusahaan swasta. Disisi lain, Pemda sebenarnya sudah mempunyai arus dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Langgam Power. Tapi selama ini arus yang dihasilnya sebanyak 15 Megawatt, dijual ke PLN yang disalurkan ke pelanggan.
"Mengapa tidak BUMD saja yang mengelola arusnya. Jadi bisa mandiri. Kalau seperti ini, tergantung perusahaan. Untuk apa PT Langgam Power di bangun, kalau untuk dijual ke PLN," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ruangan-mati-lampu-pangkalan-kerinci_20150416_102139.jpg)