Rabu, 27 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Perempuan Ini Laporkan Suaminya yang Polisi Berselingkuh

Suami Deldavia berpangkat Aipda itu bertugas di Polsek Blengkong, Indragiri Hilir (Inhil). Menurutnya, perempuan diselingkuhi suaminya berinisial NY.

Tayang:
Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor:

RENGAT, TRIBUNPEKANBARU.COM - Sambil bermuka lesu, Deldavia mendatangi kantor kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, Selasa (5/5/2015) siang.

Ia berniat melaporkan skandal perselingkuhan suaminya, anggota polisi dengan seorang pegawai Disdik.

Suami Deldavia berpangkat Aipda itu bertugas di Polsek Blengkong, Indragiri Hilir (Inhil). Menurutnya, perempuan diselingkuhi suaminya berinisial NY.

"Saya kemari untuk melaporkan suami saya yang selingkuh, saya mau minta penanganan dari Disdik Inhu," kata ibu tiga anak itu.

Deldavia menjelaskan, ia sudah mengetahui perselingkuhan antara RI dan NY itu semenjak setahun lalu. Bahkan ia sudah berulang kali meminta agar segera diceraikan.

"Semenjak setahun lalu, dia sudah tidak pernah lagi tinggal sama kami. Sudah sama perempuan itu, makanya saya minta diceraikan," tutur Deldavia.

Meski begitu, perceraian tersebut tidak jadi dilakukan dengan alasan proses negosiasi dilakukan kedua belah pihak.

"Selama proses negosiasi itu, saya bisa berterima dengan kesepakatan bahwa suami saya harus menanggung biaya hidup saya dan anak-anak saya," jelasnya.

Negosiasi itu juga dilakukan guna menjaga status suaminya yang masih terdaftar sebagai anggota polisi.

Saat itu, RI memberikan satu kartu ATM kepada anaknya yang selalu rutin mengirimkan uang Rp 500 ribu untuk biaya hidup ia dan anak-anaknya.

"Meski Rp 500 ribu itu nggak cukup, tapi saya tetap pertahankan cukup nggak cukupnya," tuturnya.

Saat ditanyakan status hubungan antara RI dan NY, Deldavia menuturkan, ia tidak mengetahui persis. "Saya tidak tahu, tapi saya pikir mereka sudah menikah sirih," ucap Deldavia.

Kemudian, ceritanya, pada Maret 2015 lalu, kartu ATM tersebut diminta oleh NY. "Semenjak bulan Maret kami uang kiriman itu sudah tidak jelas. Sudah tiga bulan kami ditelantarkan," jelasnya.

Menurutnya, uang kiriman tersebut dijatah melalui rekening NY tersebut.  Meski begitu, beberapa minggu kemudian uang itu semakin lama semakin berkurang dan bahkan ia sudah tidak menerima jatah bulanan lagi. (bynton simanungkalit)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved