Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kabut Asap Riau

Broadcast BBM Kritik Pemerintah Soal Kepedulian Terhadap Asap Riau

Dalam broadcast yang berjudul "Riau Untuk Indonesia" tersebut, ada pesan mengkritik presiden Republik Indonesia, Joko Widodo

Tribunpekanbaru/Bynton Simanungkalit
Broadcast BBM yang berisi pesan kritik terhadap pemerintah soal bencana asap di Provinsi Riau, Kamis (3/9/2015). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Kondisi asap yang menyelimuti sebagian besar wilayah Provinsi Riau, menyita perhatian sejumlah orang. Kondisi ini juga memunculkan beragam fenomena di tengah masyarakat Riau.

Awalnya banyak fenomena meme lucu yang menggambarkan kondisi Riau yang diselimuti asap. Namun kini muncul broadcast BBM yang memberikan kritik terhadap kurangnya kepedulian pemerintah terhadap bencana asap yang dialami oleh masyarakat Riau.

Dalam broadcast yang berjudul "Riau Untuk Indonesia" tersebut, ada pesan mengkritik presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang menyebutkan bahwa asap yang terjadi di Riau dikarenakan keserakahan dan bukti ketidak pedulian negara terhadap daerah.

Berikut Isi Broadcast BBM yang berisi pesan kritik terhadap pemerintah soal bencana asap di Provinsi Riau:

"RIAU UNTUK INDONESIA"

Dear Yth. presiden RI bapak joko widodo.
Titik api di sekitar kami bukanlah simbol kemarahan Allah, tapi simbol keserakahan dan bukti ketidakpedulian negara terhadap daerah.

Bapak mau kesini sekarang ? bandara ditutup pak, lagipun tak ada anak sekolah yang menyambut bapak, sekolah di liburkan."

Selain itu, juga disebutkan bahwa asap tebal dapat mengganggu kesehatan presiden dan ibu presiden jika turun ke Riau.

"Mau menempuh jalan darat? bahaya pak, asap tebal tidak bagus untuk kesehatan bapak dan ibu iriana. Biarkan saja seperti ini agar riau menjadi lahan sawit dan bisa ditanam tanaman industri, kami ikhlas mati pelan-pelan karena ISPA, karena ketidakberdayaan kami di sini. Kami pasrah, mungkin ini kehendak Allah.

Bagi saudara/i kami di daerah lain, kami sangat berterima kasih atas doa yang selalu kalian panjatkan, mohon maaf karena kiriman asap riau kelian jadi terganggu. Berita dari berbagai media katanya Pekanbaru sudah tidak layak huni lagi karena 5% udara yg bersih yang bisa di hirup. Innalillah ~..Pray for Riau.."

Pada akhirnya disebutkan bahwa pemerintah hanya perduli akan kekisruan di Istana dibandingkan enam juta nyawa masyarakat Riau.

"Pemerintah pusat sudah tidak peduli pada kami.Hari ini puncaknya 6 juta rakyat Riau terkena kanker paru-paru, terutama anak-anak. Sepertinya lebih peduli pada kekisruan internal ditubuh istana dari pada nasib 6 juta rakyat Riau.

Padahal Riau salah satu penyumbang devisa terbesar negara. tolong sebarkan karena media TV dan Koran tidak banyak memberitakan, terlalu sibuk dengan pemberitaan kepentingan pribadi dan kelompok semata didalam istana.
Belum lagi usai bencana asap kami sudah dihadapkan lagi pada menurunnya hasil pertanian karet dan sawit yang ditambah harga penjualan nya yang menurun derastis sampai titik terparah. Semoga pemerintahan pusat dan daerah bisa melihat sedikit bencana yang kami hadapi dan memberikan solusi jalan keluarnya. Hanya doa yg bisa kami harapkan ..."

Inilah sedikiti cerita keluh kesah masyarakat Riau soal bencana asap yang melanda Riau saat ini. (cr3)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved