BPBD Kampar Targetkan 15 Hari Bersihkan Akses Jalan Terisolir di Kampar Kiri Hulu
Akses jalan yang terputus di Kecamatan Kampar Kiri Hulu mulai dikerjakan sejak Minggu (28/2/2016) lalu.
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: M Iqbal
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nando
TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Akses jalan yang terputus di Kecamatan Kampar Kiri Hulu mulai dikerjakan sejak Minggu (28/2/2016) lalu. Pengerjaannya ditargetkan akan selesai dalam waktu 15 hari untuk membebaskan desa yang terisolir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar Santoso mengungkapkan, dua alat berat tiba di lokasi Sabtu (27/2/2016). "Sabtu kita baru ngantar-ngantar (alat berat) saja. Minggu baru mulai kerja," ujarnya, Senin (29/2/2016).
Santoso belum tahu progres kerja hingga Senin (29/2). Ia tidak dapat menghubungi koordinator pelaksanaan di lokasi karena jaringan seluler terbatas. Diharapkan, pengerjaan berjalan lancar sehingga selesai sesuai target.
Menurut Santoso, dua alat berat dioperasikan membersihkan lapisan lumpur yang menutupi jalan. Selain itu, ada delapan titik jalan yang tertimbun material longsor. "Ada yang panjangnya 50 meter. Macam-macam," katanya.
Mantan Kepala Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah Kampar ini mengakui, pengerjaan sebatas pembersihan saja. Pengerasan permukaan jalan hanya dengan bantuan alat berat. Tanpa melapisi permukaan jalan tanah dengan batu.
Ditanya bantuan sembako untuk warga yang terisolir akibat akses jalan putus, Santoso mengaku belum diantar. Ia menyebutkan, 1.500 paket sembako yang tersedia rencananya akan diantar melalui Payakumbuh, Sumatera Barat, Selasa (1/3/2016).
Empat desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu itu terisolir genap tiga bulan pada Senin (29/2/2016). Akses jalan sepanjang 13 kilometer menuju keempat desa itu terputus setelah diterjang banjir dan diikuti longsor, 29 November 2015 lalu.
Adapun keempat desa itu yakni, Desa Lubuk Bigau, Desa Pangkalan Kapas, Desa Tanjung Permai dan Desa Kebun Tinggi. Empat desa terisolir ini hanya dapat dicapai dari Payakumbuh. Namun kondisi jalannya pun tak kalah parahnya.
Pemkab Kampar mendapatkan bantuan Rp. 200 juta, sepertiga dari Rp. 600 juta yang diajukan ke Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) melalui BPBD Riau. Bantuan pusat yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) pada APBN itu digunakan untuk normalisasi jalan dan bantuan 1.500 paket sembako. (*)
Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/banjir-kampar_20160210_230211.jpg)