Disdikbud Kampar Berhutang Perbanyak Soal UASBN SMA
Disdikbud Kampar terpaksa berhutang ke rekanan percetakan untuk memperbanyak soal UASBN SMA sederajat khusus mata pelajaran agama.
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: M Iqbal
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Nando
TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kampar terpaksa berhutang ke rekanan percetakan untuk memperbanyak soal Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) SMA sederajat khusus untuk mata pelajaran Pendidikan Agama. Pasalnya, hingga kini dana pada APBD 2016 belum bisa digunakan.
Kepala Disdikbud Kampar, Nasrul Zein melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi, Abunawas mengungkapkan, dana UASBN yang diajukan dalam RKA masih menunggu pencairan.
"Sekarang masih ngutang. Sudah di-RKA-kan. Tapi nggak masalah. Percetakan langganan sudah lama," ujarnya, Senin (21/3/2016).
Abunawas tidak ingat pasti besar anggaran UASBN. "Tiap siswa dianggarkan kalau nggak salah Rp 8.000 atau Rp 10.000 itu," katanya. Oleh karena itu, ia menegaskan tidak ada pungutan terhadap siswa dalam pelaksanaan UASBN tahun ini.
Larangan pungutan hanya diberlakukan di SMA sederajat negeri. Sedangkan swasta, penganggarannya tergantung sekolah masing-masing. Abunawas mengatakan, dana UASBN untuk sekolah swasta tidak dianggarkan dalam APBD 2016.
"Dari mana pula jalannya dianggarkan untuk sekolah swasta. Penganggarannya diserahkan ke sekolah (swasta) masing-masing," ujar Abunawas. Dikatakan, Disdikbud hanya memberikan sekolah swasta satu eksemplar soal yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu.
Abunawas menuturkan, lembar jawaban UASBN untuk mata Pelajaran Agama langsung dikirim ke Disdikbud. Kemudian diperiksa oleh tim yang telah dibentuk Disdikbud.
"Hasil koreksi harus cepat dikirim ke Pusat. Nanti Pusat mengirim nilai dan diumumkan kepada murid," ujar Abunawas. (*)
Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com. Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru