Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Jangan Sembarangan Cabut Uban

Uban dini yang tumbuh di kepala tidak dianjurkan untuk sering-sering dicabut. Aksi cabut uban memiliki dampak buruk pada kesehatan tubuh

Editor: harismanto
Foto/net
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Uban atau memutihnya rambut biasa terjadi pada orang-orang lanjut usia yang beranjak tua. Namun begitu, tidak sedikit remaja yang juga mengalami rambutnya ditumbuhi uban.

Hal tersebut membuat uban tidak lagi memandang faktor, mulai dari laki-laki, perempuan, remaja, bahkan hingga anak-anak sekalipun beresiko rambutnya secara prematur ditumbuhi uban yang selanjutnya disebut uban dini.

Umumnya uban dini tidak menyerang semua orang, namun bisa jadi mengkhawatirkan karena remaja maupun dewasa muda tidak ingin memiliki uban dini.

Kasus uban dini bisa ditemukan pada pelajar atau remaja. Dapat kita saksikan secara langsung di sekolah-sekolah. Ada siswa yang sudah memiliki rambut berwarna putih walaupun hanya sedikit dan tidak begitu terlihat.

Ada juga siswa yang memiliki uban cukup banyak sehingga dapat terlihat meski dari jarak jauh. Dari segi penampilan tentu hal tersebut sangat mengganggu.

Seperti dialami Heru Andika, warga Pandau yang mengaku telah memiliki uban sejak duduk di kelas II sekolah menengah atas, saat ia berusia 17 tahun.

Ia pun memiliki penilaian tersendiri sebab munculnya uban di usianya yang tergolong muda.

“Mungkin karena banyak pikiran dan stres,” ungkap Heru kepada Tribun Pekanbaru, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakan Heru, uban dini di rambut tak ayal seringkali membuat beberapa bagian kulit kepalanya terasa gatal.

“Apalagi kalau kepala sedang lembab oleh keringat. Karena rasanya gatal sekali, sering saya cabut. Agar rasa gatalnya hilang,” katanya lagi.

Jika Heru merasa terganggu dengan rasa gatal, lain halnya dengan Ravi, warga Payung Sekaki. Lelaki ini cukup risih dengan kehadiran rambut putih di kepalanya.

Wajar saja jika ia menganggap uban dini dapat mengganggu penampilan.

“Kalau sedang ngumpul sama teman-teman, apalagi ngobrol dari jarak dekat sering disinggung uban yang kelihatan di kepala saya. Malu juga, makanya kalau ada kesempatan sering saya cabut,” tuturnya.

Mengenai uban dini yang diberi tindakan pencabutan, Abriloka Vidu Nugroho, MKes, Kasubbag Mutu Rumah Sakit Ibnu Sina Pekanbaru, mengutarakan pandangannya. Uban dini yang tumbuh di kepala tidak dianjurkan untuk sering-sering dicabut.

Keputusan mencabut rambut uban memanglah solusi yang baik untuk memperbaiki penampilan. Namun mencabut uban sebenarnya hanya penanganan sementara bagi penampilan. Tak hanya itu, aksi cabut tersebut juga memiliki dampak buruk pada kesehatan tubuh lainnya di luar rambut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved