BPMPD Bawa Inspektorat untuk Awasi Bimtek BPD se-Kampar di Mataram
Publik jangan melihat dari sisi besarnya anggaran perjalanan yang habis. Karena diglobalkan dari jumlah peserta yang berangkat.
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: M Iqbal
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Nando Kampar (16/11/2016)
TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kampar Surya Budhi mempersilakan semua pihak untuk mengawasi perjalanan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) se-Kampar ke Mataram, NTB.
Surya mengatakan, dari segi internal Pemerintah Kabupaten Kampar, pengawasan melibatkan Inspektorat. "Kita mau Inspektorat melihat secara langsung acara Bimtek dari awal sampai selesai," ujar Surya, Rabu (16/11/2016).
Menurut Surya, pengawasan Inspektorat mencakup penggunaan anggaran dan jalannya kegiatan. Ditambahkan, pelaporan kegiatan juga langsung didampingi Inspektorat dan BPMPD.
Surya menuturkan, publik jangan melihat dari sisi besarnya anggaran perjalanan yang habis. Dikatakan, anggaran memang menjadi besar jika jumlahnya diglobalkan dari semua peserta yang berangkat.
"Kalau per desa itu paling 7,5 juta dari APBDes. Apalah yang bisa dibuat di desa dengan 7,5 juta itu," ujar Surya. Dikatakan dia, biaya perjalanan Bimtek harus dihabiskan karena telah dimuat dalam APBDes. Sebab, biaya pelatihan tidak bisa dijadikan Sisa Lebih Perhitungan Anggara (SiLPA).
Menurut Surya, anggaran pelatihan perangkat desa memang dialokasikan untuk ke luar daerah. "Yang salah itu, harusnya di dalam daerah, tapi dilaksanakan di luar daerah," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-tribun_20160316_140209.jpg)