Sabtu, 16 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Andi Rachman Ajak Istri Naik ke Rumah Pohon, Nikmati Keindahan Pulau Cawan di Hari Libur

Andi Rachman bahkan sempat memanjat rumah pohon yang dibangun di tengah hutan mangrove. Di sana ia memandangi hutan mangrove yang masih alami.

Tayang:
Editor: harismanto
Foto/Istimewa
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman beserta istri menikmati keindahan Pulau Cawan, di Kabupaten Indragiri Hilir. Keduanya sempat naik dan berfoto di rumah pohon hutan mangrove, Minggu (30/4/2017). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN - Memanfaatkan hari libur, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman beserta istri menikmati keindahan Pulau Cawan, yang selama ini kesohor dengan Pantai Solop-nya, Minggu (30/4/2017). Mereka didampingi oleh Bupati Indragiri Hilir HM Wardan.

"Ini pertama kali saya ke sini. Luar biasa indah alamnya. Hutan mangrove ini saya rasa terbaik di Riau," ujar Andi Rachman, sapaan akrabnya.

Ia berkeliling menikmati perjalanan sekitar dua kilometer di Pulau Cawan, yang berada di wilayah Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Andi Rachman bahkan sempat memanjat rumah pohon yang dibangun di tengah hutan mangrove. Di sana ia memandangi hutan mangrove yang masih alami.

"Memang indah ya, tidak ada tandingannya di Riau. Bahkan di wilayah Sumatra lainnya tidak memiliki keindahan seperti ini," kata dia.

Andi Rachman sempat berulangkali foto bersama sang istri, Sisilita, dengan latar hutan mangrove.

"Foto wedding lagi ini," ujar Andi Rachman bercanda, sambil merangkul sang istri.

Pulau Cawan mulai dikenal dengan keindahan hutan mangrovenya setelah Kementerian Perikanan dan Kelautan membangun infrastruktur jalan di antara hutan bakau.

Jalan sepanjang hutan bakau mencapai dua kilometer.

Apalagi kemudian Pemprov Riau melalui bantuan keuangan (Bankeu) membantu penerangan dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Listrik pun nyala selama 24 jam, dan warga yang bermukim di pulau itu hanya dibebankan Rp 50 ribu per bulan.

Menurut Gubernur Andi Rachman, Pulau Cawan dan gugusannya harus dipelihara karena memiliki potensi luas biasa untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Terutama potensi wisatanya yang sangat bisa dijual. Hutan mangrove masih asri dan pasir putih di Pantai Solop terbentang luas.

"Pulau Cawan dan gugusannya harus kita selamatkan. Kita harus bekerja keras menjaganya dari ancaman kepunahan sumber kekayaan hayatinya," papar dia.

Dari keterangan masyarakat yang tinggal di pulau itu, ikan-ikan mulai sulit didapat akibat hutan bakau yang mulai menipis dan terjadinya abrasi di gugusan Pulau Cawan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved