Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Perokok Lebih Berpeluang Kena Kanker Kulit

"Tim peneliti menemukan risikonya sangat kuat bagi yang masih perokok, dibandingkan dengan mereka yang

Editor:
Shutterstock
ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Peneliti Australia berhasil menemukan bukti terkuat tentang hubungan antara merokok dan bentuk kanker kulit yang umum

Dalam penelitian yang melibatkan hampir 19

000 orang dalam QIMR Berghofer Medical Research Institute menemukan bahwa perokok memiliki kemungkinan dua setengah kali lebih besar untuk mengembangkan squamous cell carcinoma (SCC) dibandingkan yang bukan perokok

"Jenis kanker ini tidak mematikan seperti melanoma

Namun lebih umum terjadi dan tetap merupakan kanker kulit yang agak serius," kata Profesor David Whiteman yang melakukan penelitian tersebut

"Mereka bisa masuk ke dalam kulit dan menyebabkan kerusakan dan rasa sakit," katanya

"Mereka sama sekali bukan kanker sepele

"Tim peneliti menemukan risikonya sangat kuat bagi yang masih perokok, dibandingkan dengan mereka yang telah berhenti atau tidak pernah melakukannya

"Kami juga menemukan bahwa di kalangan perokok dan bekas perokok, risiko kanker kulit tidak terpengaruh oleh berapa lama mereka merokok, seberapa berat mereka merokok," kata Prof Whiteman

Salah seorang pasien yang mengidap kanker kulit di lengannya

Supplied: Dr Richard Johns Sebaliknya, tidak ditemukan bukti bahwa perokok memiliki risiko basal cell carcinomas yang lebih tinggi (BCC) dibandingkan non-perokok

Penelitian tersebut melibatkan 18

828 orang Kaukasia di Queensland yang berusia antara 40 sampai 69 tahun dan tidak pernah didiagnosis menderita kanker kulit

Prof David Whiteman dan timnya melacak seberapa banyak kanker kulit yang umum terjadi dalam kelompok ini selama tiga tahun

Ini merupakan penelitian kanker kulit terbesar dan terlama di Australia

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved