Kampar
Jalan Berlumpur, Tujuh Desa di Ujung Kampar Kiri Hulu Nyaris Terisolasi
Apalagi suasana liburan Hari Raya Idul Fitri, dimana banyak masyarakat bepergian. Tentunya harus melewati jalan yang menghubungkan antar desa.
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: M Iqbal
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Nando
TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Buruknya infrastruktur jalan di Kecamatan Kampar Kiri Hulu masih saja menjadi keluhan. Apalagi suasana liburan Hari Raya Idul Fitri, dimana banyak masyarakat bepergian. Tentunya harus melewati jalan yang menghubungkan antar desa.
Memasuki dua hari jelang Lebaran, Jumat (23/6/2017), kondisi jalan di ujung Kampar Kiri Hulu cukup parah. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kampar, Santoso mengungkapkan, hujan menyebabkan jalan berlumpur.
"Sekarang hanya sepeda motor aja yang bisa lewat. Kalau mobil, memang sama sekali nggak bisa," ungkap Santoso, Jumat siang. Ia menyebutkan, kondisi jalan yang buruk yakni akses menuju tujuh desa paling ujung. Antara lain, Pangkalan Kapas, Batu Sasak, Lubuk Bigau, Pangkalan Serik, Kebun Tinggi, Tanjung Harapan dan Tanjung Permai.
Menurut Santoso, jalan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Riau. Ia mengakui, kondisi demikian memang sudah dikeluhkan warga selama bertahun-tahun. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/jalan-berair-dan-berlumpur-menuju-dusung-nerlang_20151204_200233.jpg)