Viral di Medsos

VIDEO: Kepala Dinas Ini Ubrak-abrik Dagangan Pedagang Kaki Lima, Begini Reaksi Netizen

Endrizal yang berambut cepak, melempar dagangan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di badan jalan depan Blok III Pasar Raya Kota Padang.

VIDEO: Kepala Dinas Ini Ubrak-abrik Dagangan Pedagang Kaki Lima, Begini Reaksi Netizen

TRIBUNPEKANBARU.COM, PADANG - Video aksi Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal yang mengubrak-abrik dagangan pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Raya Kota Padang, jadi viral di media sosial.

Dalam rekaman itu, tampak Endrizal yang berambut cepak, melempar dagangan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di badan jalan depan Blok III Pasar Raya Kota Padang.

Endrizal tampak dengan luapan emosi melempar pisang maupun pepaya, yang jadi dagangan ibu-ibu itu. Pengunjung pasar yang kebetulan lewat, juga tampak tak acuh dengan kejadian tersebut.

Usai mengacak-acak dagangan PKL itu, Endrizal tampak mengeloyor pergi dengan mobil dinasnya yang parkir di dekat pedagang itu berjualan.

Sayang, video ini tak dilengkapi rekaman audio, sehingga tak jelas percakapan yang terjadi antara Hendrizal dengan amai-amai itu.

Selain itu, video ini juga mendapat beragam komentar dari warganet. Komentar dengan nada setuju, netral hingga menghujat, ditulis nettizan di kolom komentar akun facebook Zulkifli.

"Negeri ini sudah kehilangan moral, penjabat ngamuk-ngamuk kepada PKL, sementara Transmart yang nyata melanggar Perda, dibela-bela sementara anak negeri ini mencari sesuap nasi dihancurkan," tulis pemilik akun Facebook, Zulkifli, seperti dimuat valora.co.id.

"Ada apa dengan kepala dinas pasar, perlu dipertanyakan," tambah Zulkifli.

Pemilik akun Yossi Tardjudin menulis, "Ya Allah kok itu bapak kasar sekali..oke lah gk boleh jualan disitu tp kan gak perlu kasar seperti itu..kayak gak ada hati nurani aja...ckckck..miris."

Khairul Amri menulis, "Hnya sesuap nasi untuk hari ini.dapek sore pagi dah hbis.mereka rela lnggar peraturan."

Kemudian, pemilik akun facebook Airin De Silva menyebut, "Indak buliah wak mangamuak saroman tu pak,,,, lakeh wak tuo beko... Elok-elok se lah prilaku tu pak..."

Wartawan senior John Edward Rhony, juga ikut berkomentar. Katanya, "Saya setuju dengan ketegasan kepala dinas pasar itu. Hanya saja harus diiringi dengan solusi yg membantu amai2 itu, kasihan mereka tak punya modal. Tolonglah carikan tempat yg memadai pak kadis dgn sewa yg terjangkau pula. Kalau madar jg amai2 itu,, terserah pak kadislah mau diapakan dagangan mereka itu."

Sementara, akun facebook Azizul Hakim memberikan penilaian, "ohh, menurut saya tindakannya sangat tdk punya hati. punya hati sih, tapi tidak di pergunakan. saya bukan membela PKL atau bapaknya. Menurut pendapat saya, PKL memang tdk d benarkan berjualan d ruas jalan karena pasti menganggu kenyamanan pada pengguna jalan. Tapi, tindakan yg dilakukan bapak itu utk melakukan pengusuran bukanlah sepeti itu, bertindak bak preman dan penguasa. Mari ajak mereka bicara, mengapa mereka masih berjualan d sana? saya yakin dan percaya segala sesuatu itu akan indah klu d bicaran dg baik dan tdk bertindak seperti manusia yg tak punya hati seperti itu." (valora.co.id)

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved