Minggu, 12 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Benarkah Remaja yang Tewas Bersimbah Darah Ini Korban Perampokan? Ini Barang Buktinya

Menurut dokter jaga UGD, yang menangani Richard, dr Triase, kondisi korban sudah kejang-kejang saat tiba di RS Pirngadi.

Editor: harismanto
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Orangtua korban Boru Sitorus menangis, kondisinya masih trauma setelah melihat kondisi luka bacok anaknya pascaperampokan dikediamanya di Tanjung Morawa, Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa (14/11). Pihak kepolisian setempat masih mendalami peristiwa perampokan tersebut yang menyebabkan Ricahrd Fanes meninggal dunia. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TANJUNGMORAWA - Penyebab kematian Richard Vanes Pakpahan (16) siswa SMA Roma Katolik (RK) Serdang Murni, Lubukpakam, Deliserdang, yang ditemukan tewas bersimbah darah masih misterius.

Richard disebut-sebut memergoki pria itu mencuri di rumah orangtuanya, Jalan Lintas Sumatera, Tanjungmorawa, Deliserdang, Selasa (14/11/2017).

Awalnya, Richard, yang mengalami luka di leher dibawa ke Rumah Sakit GL Tobing Tanjungmorawa.

Namun, pihak GL Tobing merujuk Richard ke Rumah Sakit Pirngadi Medan. Nyawa remaja tersebut pun tidak tertolong.

Ia meninggal dunia sekitar pukul 20.30 WIB akibat luka bacok pada bagian leher.

Menurut dokter jaga UGD, yang menangani Richard, dr Triase, kondisi korban sudah kejang-kejang saat tiba di RS Pirngadi.

Baca: Refles Histeris Sambil Peluk Ibu. Abangnya Tewas Bersimbah Darah Dibacok Perampok

Baca: Dikira Sampah Mengapung di Laut, Setelah Dipungut, Muntahan Ini Bernilai Ratusan Juta

Baca: Pulang Kerja Malam Tak Ada yang Buka Pintu, Wanita Ini Tewas Dibakar Setelah Dirudapaksa

Tim dokter langsung melakukan penanganan awal.

"Kondisi korban memang sudah sekarat. Kita lakukan pompa jantung manual, tapi nyawanya tak tertolong," ujar Triase.

Setelah dinyatakan meninggal, pihak keluarga membawa jenazah Richard pulang menggunakan ambulans RS GL Tobing.

Pembacokan terhadap Richard diperkirakan terjadi pukul 18.00 WIB.

"Kaus warna merah itu, punya pelaku Pak, begitu juga topi yang tertinggal di ruang tengah. Saya tadi di dapur saat pembacokan itu," ujar Ibu Richard, Boru Sitorus, saat ditanya dua penyidik berpakaian preman di rumah tetangganya.

Setelah itu, penyidik, yang mengenakan kemeja putih membawa Boru Sitorus ke rumahnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved