Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berkat Pria Ini Indonesia Nomor 1 di Asia Tenggara

Si "dia" itu meninggal puluhan tahun yang lalu. Yang membuat kita nomor satu di Asia Tenggara itu ialah koleksinya.

Editor: Ariestia
Istimewa
Berkat dia Indonesia nomor 1 di Asia Tenggara 

Laporan: K. Tatik Wardayati, Intisari-Online.com

TRIBUNPEKANBARU.COM – Si "dia" itu meninggal puluhan tahun yang lalu dan namanya Egbert Willem Van Orsoy de Flines.

Yang membuat kita nomor satu di Asia Tenggara itu ialah koleksi keramiknya yang dipamerkan di Museum Nasional (Gedung Gajah).

Koleksi porselin yang dulunya milik pribadi de Flines itu yang terbaik di Asia Tenggara dan tidak bisa dinilai dengan uang.

Sewaktu menginjakkan kakinya untuk pertama kalinya di bumi Indonesia di Pelabuhan Tanjung Priok tahun 1912, Orsoy de Flines seorang awam di bidang keramik.

Waktu terpaksa pulang dalam tahun 1957 dia sudah menjadi seorang ahli dan kolektor yang terkemuka.

De Flines secara formal memang tidak pernah belajar tentang  keramik maupun sejarah atau kebudayaan, bidang-bidang yang diakrabinya selama bagian terbesar hidupnya.

la dilahirkan di Bussum, Belanda Utara pada tanggal 14 Mei 1886. Nenek moyangnya mengungsi ke Negeri Belanda pada abad ke-17, minoritas Protestan yang menghindar dari tekanan mayoritas Katolik.

Sebab itu namanya kedengaran keprancis-prancisan.

Keluarganya pengusaha perkapalan, maka sejak kecil orientasinya sudah jauh menyeberangi batas-batas Negeri Belanda yang kecil itu.

Kabar-kabar menarik aneka ragam dari negara-negara jauh sampai ke lingkungan keluarga secara akrab. Hal itu mempengaruhi perkembangan anak yang bernama Egbert Willem itu.

la mulai tertarik pada kebudayaan dan adat-istiadat bangsa-bangsa yang waktu itu bernaung di bawah kekuasaan Belanda.

Sebagai anak sulung penerus usaha keluarga, Egbert Willem mengikuti tradisi keluarga yang sudah dijalankan turun-temurun, yaitu keliling dunia naik kapal milik keluarga.

Intisari Online
Sebagian koleksi Willem Van Orsoy de Flines (Intisari Online)

Maksudnya ialah mempersiapkan diri untuk terjun ke perusahaan keluarga dan agar bisa mengalami dan menghayati sendiri tugas-tugasnya di masa datang.

Maka dalam tahun 1907, pada usia 21 tahun E.W. Orsay de Flines memulai pelayarahnya dari Pelabuhan Rotterdam.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved