Jokowi : Jangan Lupakan Kita Bersaudara
Presiden RI Joko Widodo hadir dalam peringatan Hari Lahir Nahdatul Ulama yang digelar di halaman Mesjid agung Annur Pekanbaru
Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Budi Rahmat
Laporan Nasuha Nasution
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Presiden RI Joko Widodo hadir dalam peringatan Hari Lahir Nahdatul Ulama yang digelar di halaman Mesjid agung Annur Pekanbaru Rabu (9/5).
Dengan mengenakan jas berwarna hitam dan peci hitam, dan kain sarung, Presiden didampingi ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Pusat Said Aqil Siraj dan Ketua PWNU Riau Tengku Rusli Ahmad.
Juga terlihat hadir Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim dan Forkopimda serta tokoh masyarakat dan tokoh Nahdatul Ulama di tanah air.
Baca: Disdukcapil Bengkalis Buka Loket Perekaman KTP di Hotel Furaya Pekanbaru
Namun kehadirannya di Mesjid Annur ini tidak sesuai dengan rencana awal, dimana diagendakan sebelumnya Presiden Joko Widodo menjadi imam Solat Ashar di Mesjid Annur tersebut.
Dalam kesempatan itu, Jokowi bercerita panjang lebar soal keberagaman dan banyaknya perbedaan antara satu dengan yang lain di tanah air. Namun perbedaan tersebut jangan sampai dijadikan sebagai permasalahan.
"Kita tau semua namun sering tidak sadar negara kita negara besar, Penduduk kita 270 juta tersebar dan ada 714 suku yang berbeda adat tradisi dan berbeda bahasa daerahnya 1100 lebih bahasa daerah kita miliki. Artinya apa kita berbeda - beda suku agama dan bahasa daerah berbeda, namun kita tetap bersaudara, "ujar Jokowi.
Bahkan Presiden sempat berbagi pengalaman terkait perbedaan dan keberagaman di Provinsi Sumatera Utara. Dimana ucapan Horas tidak berlaku bagi semua wilayah di Sumatra Utara.
"Saya pernah di Sumut saya ucapkan Horas di bagian selatan Sumut saya ternyata keliru dan saya ucapkan Horas di bagian utara juga salah ternyata Mejuah-juah, itu baru satu provinsi. Bayangkan dari Sabang sampai Merauke dan dari miangas sampai Pulau rote, keberagamannya, "ujar Jokowi.
Baca: Warga Tolak Pembangunan Waduk Bertahan di Pekanbaru
Keberagaman nilah menurut Jokowi amanat yang diberikan Allah beragam suku adat dan agama." Untuk itu saya titip tahun ini ada 171 Pilkada dan tahun depan ada Pilpres dan Pileg. Saya mengingatkan jaga persaudaraan jangan sampai berselisih karena berbeda pilihan,"ujar Jokowi.
Karena lanjut Presiden ada yang tidak saling tegur gara-gara berbeda pilihan, maka Presiden mengingatkan jangan sampai terpecah karena pesta demokrasi.
"Terlalu besar ongkos biaya jika itu dilakukan. Jangan sampai kita terpecah pada Pilkada karena menerima informasi hoaks. Jangan sampai percaya tanpa ada penyerangan informasi. Itulah kejamnya politik, "jelas Jokowi.
Masyarakat harusnya menurut Presiden harus melakukan klasifikasi terkait informasi yang didapat. Ditanyakan secara jelas apakah benar informasinya.
"Apalagi di Medsos, saling mencela memfitnah. Kita lupa kita bersaudara kita lupa menjaga islamiayah kita dan Watoniyah kita, "ujar Jokowi.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengapresiasi selama 92 tahun NU menjaga islam nusantara yang selalu mengutamakan kebersamaan kerukunan dan rahmatan lilalamin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/jokowi_20180509_150148.jpg)