Evaluasi Revisi Perda Pajak Pertalite Sudah Hampir Final di Kemendagri
Kepala Bapenda Provinsi Riau Indra Putra Yana mengatakan saat ini evaluasi Revisi Perda Pajak Pertalite Riau sudah hampir final
Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Budi Rahmat
Laporan Nasuha Nasution
TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau Indra Putra Yana mengatakan saat ini evaluasi Revisi Perda Pajak Pertalite Riau sudah hampir final di Kementerian Dalam Negeri.
Ini Jawaban Pemprov Riau terkait adanya desakan dan pertanyaan dari mahasiswa yang mempertanyakan evaluasi Revisi Perda Pajak tersebut saat demo di kantor Gubernur Riau.
"Jadi sekarang ini sudah hampir final, sudah Diparaf kanan dan kiri tinggal Tandatangan pak Menteri artinya sudah hampir selesai, "ujar Indra Putra.
Baca: 2 Hari Perekaman Massal, Disdukcapil Dalduk KB Provinsi Riau Catat Sudah Mencapai 15 Warga
Menurut Indra Putra karena kesibukan pihak Kementrian dalam beberapa hari terakhir apalagi ditambah tragedi bom di Surabaya menjadi salah satu penyebab lambannya proses di Kementerian Dalam Negeri.
" Kalau yang sebelumnya di Kementerian Keuangan itu hanya untuk diketahui pihak Kemenkeu saja tidak sampai mengubah dan lainnya, "ujarnya.
Untuk penurunan PBBKB dari 10 persen menjadi 5 persen sendiri menurut Indra tidak ada penolakan dari pusat karena sesuai dengan UU dibolehkan 5 persen dan 10 persen.
" Tidak ada penolakan dari UU itu masih sesuai dengan aturan yang berlaku, "jelasnya.
Adanya informasi yang beredar jika revisi Perda Pajak Pertalite Riau itu ditolak karena pasokan BBM jenis premium sudah meningkat ke Riau, menurut Indra tidak ada kaitannya.
" Tidak ada kaitannya dan sampai sekarang saya belum dapat informasi itu, "ujar Indra.
Sementara itu Ratusan mahasiswa dari BEM Universitas Islam Riau (UIR) melakukan unjuk rasa di kantor Gubernur Riau Selasa (15/5). Mahasiswa ini menuntut dan Pertanyakan proses revisi Perda Pajak Pertalite yang sampai saat ini belum tuntas di Kementerian Dalam Negeri.
Baca: Prihatin Bom di Surabaya, Kelompok Cipayung Minta Masyarakat Tidak takut
Mahasiswa ini sempat terjadi saling Dorong dengan petugas karena dilarang masuk ke halaman kantor Gubernur Riau.
Bahkan mahasiswa juga sempat menutup jalan Sudirman dari arah Bandara menuju Pelita Pantai.
Mahasiswa bertahan di jalan dengan membentangkan spanduk bertuliskan desakan Pengesahan revisi Perda Pajak Pertalite.
"Masyarakat sudah lama menunggu dan kami menderita dengan harga Pertalite sekarang ini, "ujar seorang mahasiswa dalam orasi nya.
Baca: Jelang Ramadan, Pertamina Silaturahmi dengan PWI Dumai
Hingga sore mahasiswa ini bertahan di kantor Gubernur namun setelah dijanjikan akan bertemu Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim yang diagendakan Rabu (16/5) akhirnya Mahasiswa tersebut membubarkan diri dengan tertib.
"Akan dipertemukan dengan pak Plt Gubernur nanti dan mereka bersedia, "ujar Kepala Biro Hukum dan HAM Setdaprov Riau Ely Wardani kepada Tribunpekanbaru.com. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/riau_20180515_184031.jpg)