Sempat Terkoreksi, Begini Dampak Teror Bom Surabaya Terhadap Kegiatan Pasar Modal
Dia meyakinkan, teror bom Surabaya juga tidak akan berpengaruh besar terhadap aktivitas di pasar modal.
Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor: Afrizal
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru Hendri Gusmulyadi
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Teror bom yang terjadi di Surabaya, tidak berpengaruh besar terhadap kegiatan di pasar modal Indonesia.
Berdasarkan pernyataan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, dilanjutkan oleh Kepala Kantor BEI Perwakilan, Riau Emon Sulaeman, saat terjadinya teror, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi sebanyak 77,86 poin atau sebanyak 1,72 persen di level 4.459,32 poin.
Koreksi IHSG itu dikatakannya hanya reaksi sesaat atau bersifat sementara karena pada penutupan perdagangan sesi II di hari yang sama, IHSG hanya ditutup melemah tipis 0,53 persen dan keesokan harinya justru menguat 0,24 persen.
"Investor di pasar modal tidak terpengaruh oleh gerakan teror yang terjadi," jelas Emon.
Dia meyakinkan, teror bom Surabaya juga tidak akan berpengaruh besar terhadap aktivitas di pasar modal.
Baca: 7 Manfaat Minum Jus Wortel Setiap Hari, Kurangi Kolestrol Hingga Jantung
Baca: Polisi Temukan Buku Panduan Teroris Pelaku Bom di Surabaya, Astaga Merinding Bacanya!
Baca: Kementerian Agama Gelar Sidang Isbat Hari Ini Pukul 16.00 WIB Nanti
Bila dikaji secara fundamental, perusahaan yang tercatat tergabung ke dalam LQ45 menunjukkan kinerja yang solid.
Rata-rata pendapatan meningkat sebesar 15,96 persen dan laba bersih meningkat 11,68 persen pada kuartal 1 2018 dibandingkan dengan kuartal 1 2017.
"Kondisi pasar juga cukup stabil, terlihat dari likuiditas transaksi yang tinggi, dengan rata-rata harian mencapai Rp 8,87 triliun atau ada peningkatan 16,7 persen dibandingkan 2017. Dan frekuensi harian sebesar 387 ribu, meningkat sebesar 23,7 persen dibandingkan 2017," jelas Emon.
Emon menghimbau agar investor dan seluruh pelaku pasar modal termasuk di Riau, tidak menunjukkan reaksi berlebihan dan tetap optimis terhadap stabilitas keamanan nasional.
Terkait teror bom yang kian hari makin senter, dan sebagai wujud keprihatinan dan ketegaran atas tragedi di Surabaya, BEI Riau juga meminta kepada seluruh SRO dan anak Perusahaan dalam 3 hari ini sejak Senin (14/5/2018) sampai dengan Rabu (16/5/2018) untuk mengenakan pakaian putih dengan pita hitam.
Baca: Kenapa Teroris Pilih Kota Surabaya? Begini Teori Mantan Teroris
Baca: Selama Bulan Ramadan 12 Atlet Panahan PPLP Riau Dipastikan Tetap Latihan
"Kami kenakan pita hitam di lengan kanan dan juga menghimbau Perusahaan Tercatat dan Anggota Bursa untuk melakukan hal yang sama yaitu mengenakan pakaian putih dengan pita hitam sebagai bentuk ketegaran," ujarnya.
BEI juga menyampaikan, ikut prihatin atas duka yang mendalam yang dialami para korban dan keluarga karena serangan teror yang terjadi di 3 lokasi Gereja di Surabaya pada hari Minggu (13/5/2018).
"Kita BEI bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) prihatin," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-gaji-salary_20150422_183823.jpg)