Senin, 13 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kepulauan Meranti

Buaya yang Serang Warga Sungaitohor Diduga dari Kecamatan Lain, Alasan Ini Menguatkan 

Ukuran sebesar itu kata Abdul Manan, sebenarnya sudah bisa membuat korbannya lumat dalam seketika.

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Afrizal
Tribunpekanbaru/guruhbudiwibowo
Polisi mendatangi kedua lokasi yang dilaporkan terjadinya penyerangan buaya terhadap warga di Desa Sungaitohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG- Abdul Manan, pemilik pabrik sagu di Desa Sungaitohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti meminta campur tangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau untuk menangani maraknya serangan buaya di Tebingtinggi Timur.

Menurutnya, maraknya serangan buaya yang akhir-akhir ini terjadi di Kecamatan Tebingtinggi Timur meresahkan warga di wilayah itu.

Sebab serangan buaya kerap menimpa buruh pabrik sagu yang sedang bekerja menarik tual sagu dari sungai.

Sementara mayoritas warga Kecamatan Tebingtinggi Timur berprofesi sebagai buruh sagu.

"Seharusnya BKSDA Riau sudah bisa ambil tindakan atas banyaknya kasus konflik antara buaya dan manusia di Meranti," ujarnya, Selasa (29/5/2018).

Baca: Serangan Predator di Sungaitohor, 2 Buruh Disabet Ekor Buaya Saat Tarik Tual Sagu

Baca: Warga Temukan Makhluk Aneh, Para Peniliti Pun Memiliki Asumsi Berbeda, Buaya atau Paus?

Abdul Manan mengatakan, dari informasi korban penyerangan buaya di sungai sekitar pabrik milik Arit, ukuran satwa predator yang menyerangnya sepanjang 3 meter dengan lebar badan sekitar 60 sentimeter.

Ukuran sebesar itu kata Abdul Manan, sebenarnya sudah bisa membuat korbannya lumat dalam seketika.

"Kalau buaya yang menyerang adik saya tadi malam itu tidak begitu besar, paling cuman sepanjang 2 meter saja," ujarnya.

Abdul Manan menduga, buaya-buaya yang menyerang warga mereka berasal dari kecamatan kain.

Buaya-buaya tersebut datang ke Desa Sungaitohor lantaran adanya pengerukan dan pembersihan sungai di desa mereka pada 2007 silam.

"Jadi, buaya yang berasal dari Kecamatan Rangsang tertarik datang ke sungai desa kami. Sebelum sungai itu dikeruk, belum ada serangan buaya," ujarnya.

Baca: Longsor di Maninjau Kelok 44 Putus Total, Tanah dan Pohon Timbun Jalan di Kelok 3

Baca: Wakil Ketua DPRD Riau Nilai Fungsi Bulog Tak Jalan, Bulog: Kita Tidak Pernah Kekurangan Stok

Konflik antara buaya dan manusia kembali terjadi di Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (28/5/2018) malam di Desa Sungaitohor.

Setelah dilaporkan menyerang buruh sagu di Desa Kepaubaru hingga tewas pada April 2018 lalu, kali ini Sopian (32) dan Saham (45) yang mejadi korban serangan hewan predator tersebut.

Beruntung serangan predator tersebut hanya membuat para korbannya menderita luka ringan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved