SKK Migas Ajak Puluhan Wartawan Riau Buka dan Sahur Bersama
Ia menyebut kegiatan yang ditaja sekali setahun bersama wartawan di Riau selalu berlangsung mengesankan.
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Afrizal
"Untuk pengeboran mengeksplorasi 80 persen gagal, kemungkikan berhasil hanya 20 persen. Sebab, seismic itu berada pada 3000 meter di bawah permukaan tanah," kata dia.
Baca: Ahok Dituduh Selingkuh dan Diisukan Pindah Agama, Sang Adik Fifi Lety Ungkap Fakta Mengejutkan
Baca: Wanita Ini Terkena Stroke Lantaran Bermain Mobile Legends
Dia juga menyampaikan, untuk gas alam saat ini tidak lagi banyak diekspor. 58 persen lebih sudah untuk kebutuhan domestik. "dulu banyak diekspor karena kebutuhan dalam negeri masih sedikit," kata dia.
Sementara itu, Indra Agus Lukman mengakui lifting Migas dari tahun ke tahun selalu turun. Pada 2013 sekitar 42 persen, 2014 sebanyak 41 persen dan 2015 tinggal 28,3 persen. Sementara gross reveniewnya naik turun.
Tidak hanya itu, ia juga mengakui ada perbedaan perhitungan DBH antara Pemprov Riau dengan Mentri Keuangan.
Akibatnya DBH yang diterima Riau jauh lebih sedikit dari perhitungan Pemprov Riau.
"Ini kami tidak diam saja, sampai hari ini tetap berusaha menyampaikan perhitungan kita ke pusat," kata dia.
Pada kesempatan itu, Dr. Eng Muslim juga menyampaikan, input pekerja di Migas bukan sembarangan.
Melainkan membutuhkan tenaga profesional mengingat biaya yang ditimbulkan sangat banyak, dan risiko yang dihadapi juga sangat tinggi.
Kegiatan edukasi itu semakin menarik kala dai cilik Riau, Sahira tampil memberikan tausyiah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/skk-migas_20180608_205914.jpg)