Sumatra Barat

KPU Pariaman Musnahkan 825 Kertas Surat Suara Rusak

Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah setempat memusnahkan 825 kertas surat suara yang telah rusak, Selasa (26/6/2018) siang.

KPU Pariaman Musnahkan 825 Kertas Surat Suara Rusak
Istimewa
Sehari jelang pelaksanakaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pariaman, Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah setempat memusnahkan 825 kertas surat suara yang telah rusak, Selasa (26/6/2018) siang. 

Laporan kontributor tribunpadang.com Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM - Sehari jelang pelaksanakaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pariaman, Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah setempat memusnahkan 825 kertas surat suara yang telah rusak, Selasa (26/6/2018) siang.

Pemusnahan surat suara rusak tersebut berlangsung di halaman Kantor KPU Kota Pariaman, Desa Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur, dan dipimpin Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan dengan disaksikan seluruh Komisioner KPU Kota Pariaman, Panwaslu, dan Dandim 0308 Pariaman.

"Ratusan surat suara itu dimusnahkan, karena kondisinya rusak seperti salah cetak dan tidak jelas gambar dari pasangan calon yang ada pada kertas tersebut," kata Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria saat dihubungi tribunpadang.com dari Padang, Selasa siang.

Baca: Mirip Jerman Saat 2014 Mantan Pelatih PSPS Philep Hansen Jagokan Timnas Ini di Piala Dunia 2018

Pemusnahan surat suara rusak itu, lanjutnya, dilakukan setelah pihaknya menemukan adanya kertas surat suara rusak saat petugas melakukan penyotiran kertas surat suara sebellum didistribusikan ke TPS.

"Kemudian, surat suara rusak itu disisihkan di satu tempat. Setelah jumlah surat suara rusak itu dilaporkan ke KPU Provinsi untuk diteruskan ke pusat, barulah hari dimusnahkah," ujarnya.

Terkait pendistribusian surat suara, Boedi pun menuturkan bahwa saat ini proses pendistribusian surat suara tengah berlangsung.

Pendistribusian dilakukan dari KPU Kota Pariaman ke desa atau kelurahan yang ada di Kota Pariaman.

Baca: Bakti Sosial Paguyuban Sinarmas Grup di Dumai, 60 Anak Antusias Sunatan Massal di Puskesmas

Proses pendistribusian surat suara beserta atribut pemungutan suara itu, juga mendapat pengawalan dari petugas TNI dan Polri bersenjata lengkap, yang didampingi oleh petugas PPL kelurahan atau desa yang ada di Kota Pariaman.

"Di Kota Pariaman, total surat suara yang didistribusikan berjumlah 60.807 surat suara. Jumlah tersebut berdasarkan jumlah DPT ditambah 2,5 persen dari jumlah DPT. Puluhan ribu surat suara itu didistribusikan ke 155 TPS yang tersebar di empat kecamatan atau di 71 desa/kelurahan," bebernya.

Boedi pun berharap agar masyarakat yang punya hak suara mendatangi TPS untuk memilih salah satu pasangan calon untuk memimpin Kota Pariaman pada lima tahun ke depan. Namun bagi masyarakat yang tidak masuk DPT, bisa datang ke TPS dengan membawa KTP-el atau Suket.

"Kami kan menyediakan 2,5 persen kertas surat suara dari jumlah DPT sebanyak 59.245. Artinya, masyarakat yang punya hak pilih namun tidak masuk DPT, bisa datang ke TPS dengan membawa KTP-el ataupun suket yang dikeluarkan Disdukcapil Kota Pariaman," pungkas Boedi.

Baca: Kejari Mediasi PLN-Pemko Pekanbaru Soal Lampu Jalan, Ada Kesepakatan Sementara 

Seperti diketahui, Pilkada Kota Pariaman diikuti oleh tiga pasangan calon walikota dan Wakil Walikota. Ketiga pasangan itu adalah Mahyuddin-Muhammad Ridwan, Dewi Fitri Deswati-Pabrisal, dan Genius Umar-Mardison Mahyuddin.

Ketiga pasangan itu diusung oleh masing-masing partai koalisi. Untuk pasangan Genius Umar-Mardison Mahyudin disusung partai Golkar, PBB, PAN, PPP, dan PDIP.

Kemudian pasangan Mahyuddin–Muhammad Ridwan dengan partai pengusung Gerindra dan PKS. Sedangkan pasangan Dewi-Pabrisal, didusung partai Nasdem dan Hanura.(*)

Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved