Senin, 4 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pilpres 2019

Tolak Jadi Cawapres, Ustaz Abdul Somad Ceritakan Kisah Sayyidina Umar bin Khattab

"Berharap kepada harta akan binasa, berharap kepada makhluk akan kecewa," kata Ustaz Abdul Somad, soal dukungan jadi cawapres

Tayang:
Penulis: harismanto | Editor: harismanto
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Ustadz Abdul Somad 

"Sudah tua. Jadi kalau dihitung-hitung waktu itu, mungkin rating Umar lebih tinggi. Tapi Umar melihat ini ada orang yang lebih layak," katanya.

Begitu juga ketika Sayyidina Umar meninggal dunia. Datang orang yang ramai ke rumah anaknya. Namanya Abdullah. Dia diminta mengganti ayahnya. Kata Abdullah, "Ini urusan politik, strategi, saya tidak mampu dan tidak sanggup." Ternyata darah siasat, strategi Umar tidak menurun kepada anaknya," jelas Ustaz Abdul Somad.

Abdullah bin Umar, katanya, lebih fokus pada mengajar.

Abdullah bin Umar adalah satu dari tujuh sahabat Nabi Muhammad SAW yang fokus pada pendidikan, banyak meriwayatkan hadits-hadits dan ahli Fiqih.

"Jadi sebenarnya agama Islam dalam soal kepemimpinan ini sudah matang dan itu dibukukan dalam sebuah kitab Hukum-hukum Kesultanan, Hukum Tata Negara dalam Islam yang ditulis Imam Almawardi pada tahun 450 H. Jadi masalah ini kita tinggal mengaca ke belakang. Bahkan di UIN, IAIN ada satu jurusan di Fakultas Hukum Islam, namanya jurusan Siasah Syariah (politik Islam). Jadi, umat Islam yang sudah mengkaji soal ini tidak terkaget-kaget dengan politik Islam," ungkap Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Abdul Somad kembali menegaskan, dirinya lebih tepat jadi sebagai dai dan pendidik saja.

"Kalau orang memilih sosok, nama, ada standar dan ukurannya apa. Ukuran Abdul Somad dipilih apa? Celaka orang yang tak tahu siapa jati dirinya. Dari dulu saya katakan saya lebih tepat sebagai dai dan pendidik saja. Dua itu," kata Ustaz Abdul Somad saat diwawancara Tim TV One dalam Program Fakta, Senin (6/8/2018).

"Kenapa saya pendidik, karena saya di kampus. Kenapa saya dai, ustadz mengajak masyarakat umum. Jadi ada dua segmen. Segmen kelas yang kecil 20-30 orang mengajar dan bertatap muka 2 SKS. Kemudian masyarakat besar, tablik akbar sampai ribuan, ratusan ribu, tapi semuanya mengajak orang ke jalan Allah. Membuat umat ini jadi berkumpul ramai, alhamdulillah kita sudah membuat umat ini jadi berkumpul ramai, Alhamdulillah kita sudah, Allah SWT yang membuat itu sebenarnya kita berkerumun, setelah mereka berkerumun, lalu kemudian merubahnya menjadi sebuah barisan kekuatan Islam," ungkap Ustaz Abdul Somad.

Adapun yang dijadikan standar, katanya, siapa yang paling banyak dicari di internet.

"Itu tidak bisa dijadikan standar. Karena saya sendiri sudah mengecek, memang di situ yang paling banyak adalah Abdul Somad, tapi masih dikalahkan oleh Nisya Sabyan," ucapnya bercanda.

Soal dirinya yang semakin populer di tengah masyarakat, Ustaz Abdul Somad, mengatakan, ia menganggap itu sebagai ujian.

"Karena kata Allah SWT kami uji manusia itu dengan kebaikan-kebaikan. Banyak orang menganggap kalau sedang sakit diuji, kalau sedang susah diuji. Padahal, popularitas, harta, jabatan itu juga ujian. Jadi ini kita anggap bagian dari ujian keimanan, ujian keikhlasan, dan istiqomah. Mudah-mudahan kita lulus," ungkap Ustaz Abdul Somad.

Simak videonya:

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved