Pekanbaru
PDAM Tirta Siak Siapkan Lelang Proyek Pengelolaan Air Minum di Kota Pekanbaru
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Siak Kota Pekanbaru tengah mempersiapkan proyek Kerjasama. Diestimasi habsikan anggaran 725 miliar
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Budi Rahmat
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Siak Kota Pekanbaru tengah mempersiapkan proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM). Proyek ini menelan anggaran sekitar Rp 725 milliar dengan sasaran pelanggan sebanyak 60 ribu pelanggan.
Baca: Jaksa Periksa Tersangka Dugaan Tipikor Kredit Fiktif BRI Agro
"Kegiatan konsultasi publik yang kita lakukan ini merupakan bagian tahapan penyiapan proyek tersebut," kata Plt Direktur PDAM Tirta Siak Kemas Yusferi, Selasa (14/8/2018).
Setelah melakukan kegiatan konsultasi publik, tahapan selanjutnya adalah melakukan market sounding. Dimana dalam kegiatan market sounding ini nantinya akan diikuti oleh calon investor. Sejauh ini setidaknya sudah ada 20 an calon investor yang tertarik untuk ikut dalam lelang proyek ini. Baik investor dari dalam negeri maupun luar negeri.
Baca: Inilah Penyebab Belum Satupun Mantan Petinggi RAL Diperiksa BPKP
"Kita harapkan ground breakingnya sudah bisa kita mulai pertengan tahun depan," ujarnya.
Selain itu, pada tahun ini pihaknya juga tengah menggesa pembahasan Ranpreda yang mewajibkan beberapa wilayah tidak lagi mengambil ait tanah.
Baca: Wanita Ini Tinggal dengan Suami, Mantan Suami, Pacar Mantan Suami, Bahkan Besarkan 6 Anak
Kemas menjelaskan, PDAM Tirta Siak, tahun 2020 mendatang bakal mengganti 95 persen pipa-pipa tua yang sudah tertanam sejak tahun 1972 silam. Meliputi tujuh wilayah kecamatan diantaranya, Senapelan, Limapuluh, Pekanbaru Kota, Sukajadi, Sail, Payung Sekaki dan Kecamatan Bukit Raya.
"Dalam proyek itu nanti 95 persen pipa lama akan kita ganti. Untuk lelang proyek tahun depan 2019, sudah ada pemenangnya, pengerjaan fisik akan kita laksanakan tahun 2020. Sumber air dari Sungai Siak," katanya.
Baca: Luas Lahan Terbakar di Bengkalis Bertambah, Mencapai 35 Ha
Jika proyek KPBU SPAM ini selesai, maka tarif air minum PDAM bisa tekan. Sehingga bisa menjangkau kalangan masyarakat hingga ke lapisan paling bawah. Saat ini harga air minum PDAM masih dikisaran Rp10ribu per meter kubik. Jika proyek ini selesai, angkanya bisa diturunkan dan dipediksi dikisaran menjadi Rp 8.334 per meter kubik.
Wacana tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2021, atau sejak awal dimulainya pelayanan air minum pertama, setelah proyek KPBU SPAM selesai dikerjakan di Kota Pekanbaru.
Baca: DLH Inhu Berencana Menaikan Retribusi Sampah, Kenaikannya Mencapai 5 Ribu
Kepala Seksi penyiapan proyek kerjasama Kementerian Keuangan, Anton Tarigan, menyatakan, pihaknya sangat mendukung proyek KPBU, SPAM yang akan dilaksanakan.
"Pada prinsipnya Kementrian Keuangan sangat mendukung proyek KPBU, SPAM di Kota Pekanbaru. Untuk proyek sudah diinisiasi sejak Bulan Mei 2018, bahkan sudah mendapat fasilitas penyiapan proyek dan pendampingan transaksinya," kata dia.
Kementerian Keuangan juga akan memberi dukungan kelayakan, intinya, untuk menurunkan tarif air PDAM. Sehingga dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
Baca: DLH Inhu Berencana Menaikan Retribusi Sampah, Kenaikannya Mencapai 5 Ribu
"Untuk proyek KPBU juga mendapat dukungan teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Pemko Pekanbaru," jelas Anton
Proyek KPBU, SPAM di Pekanbaru merupakan pilot projek bagi projek SPAM lain di Indonesia. Sebagaiman diketahui mayoritas PDAM di Infonesia masih dalam keadaan sakit.