Kampar
Ada 300 Titik Penyembelihan Hewan Kurban pada Idul Adha di Kampar
Hasil pendataan sementara, tempat penyembelihan hewan kurban di Kampar diperkirakan di lebih 300 titik
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Nolpitos Hendri
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sihombing
TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kampar masih mendata lokasi penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah.
Hasil pendataan sementara, tempat penyembelihan hewan kurban di Kampar diperkirakan di lebih 300 titik.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) pada Disbunakkeswan Kampar, drh Deyus Herman kepada Tribunpekanbaru.com mengungkapkan, penyembelihan hewan kurban pada umumnya dipusatkan di masjid.
Baca: VIDEO: Tim Kesehatan Hewan Distankan Kota Pekanbaru Periksa 3 Ribuan Ekor Sapi dan Kambing
Baca: Official Theme Song Asian Games 2018, Lirik Lagu Meraih Bintang Via Vallen
Baca: Mahasiswa Kukerta Tanam 2.000 Pohon
"Kalau di Bangkinang Kota ada 44 titik. Se-Kampar diperkirakan ada 300 titik lebih. Semua di masjid," ungkap Deyus pada Senin (20/8/2018).
Menurut Deyus, sepekan jelang hari perayaan Idul Adha yakni tanggal 22 Agustus 2018, tim Disbunakkeswan fokus mendata hewan kurban di pedagang.
Pendataan di titik penyembelihan dimulai pada Senin sore atau setelah hewan kurban tiba di masjid.
"Hari ini (Senin), hewan kurban mulai diantar ke masjid-masjid," ujar Deyus.
Menurut Deyus, sejauh ini, ketersediaan hewan kurban yang ada pada pedagang, masih memenuhi kebutuhan untuk wilayah Kampar.
Deyus mengatakan, jumlah hewan kurban yang tersedia ada sebanyak 3.311 ekor.
Baca: VIDEO: Sejumlah Anggota Persit Kartika Candra Kirana Ikut Padamkan Karhutla di Dumai
Baca: AS Abadi Gasak Tiga Naga FC Empat Gol Tanpa Balas di Liga 3 Zona Riau
Baca: LAM Riau Sebut Banyak Pemodal Mau Terlibat Kelola Blok Rokan
Sebagian besar atau 60 persen didatangkan dari luar Kampar. Didominasi kerbau serta sebagian kecil sapi dan kambing.
Deyus mengklaim, dari hasil pendataan sekaligus pemeriksaan pada pedagang, tidak ditemukan hewan kurban berpenyakit.
Namun, sebanyak 21 tim yang dibentuk untuk tiap kecamatan akan terus memantau kesehatan fisik hewan kurban sampai pada saat dan setelah penyembelihan.
Lebih jauh, Deyus mengatakan, kebutuhan hewan kurban tahun ini di Kampar meningkat drastis.
Peningkatan kebutuhan hewan kurban di Kampar dari tahun ke tahun biasanya antara 5 sampai 10 persen.
"Tahun ini kebutuhan meningkat sekitar 14 persen," ungkap Deyus. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kerbau-hewan-ternak-kurban-idul-adha-2018_20180820_135929.jpg)