Breaking News:

Pekan Life

Anak-Anak Rentan Terserang DBD, Medio Agustus Ada 209 Kasus di Pekanbaru

Jumlah kasus DBD di Pekanbaru mencapai 209 orang. Dari 209 kasus DBD tersebut sudah ada 2 orang yang meninggal dunia.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: CandraDani
TribunPekanbaru/DoddyVladimir
ILUSTRASI, Pasien demam berdarah sedang dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rabu (3/2/2016). Sampai 31 Januari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad sudah menangani 131 pasien deman berdarah, 74 diantaranya anak-anak dan angka tersebut cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru masih tinggi. Selama tahun 2018 ini hingga pertengahan Agustus kemarin, jumlah kasus DBD di Pekanbaru mencapai 209 orang. Dari 209 kasus DBD tersebut sudah ada 2 orang yang meninggal dunia.

Dua korban meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut terjadi pada bulan April dan Mei lalu. Keduanya berasal dari satu kecamatan yang sama, yakni kecamatan Pekanbaru Kota.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Zaini Rizaldi, Senin (27/8/2018) mengatakan, kasus DBD paling banyak ditemukan di Kecamatan Tampan. Wilayahnya yang luas dan jumlah penduduknya yang padat, merupakan salah satu daerah yang paling menyumbangkan kasus DBD di Pekanbaru.

"Hingga pertengahan Agustus 2018 ini saja, dari Kecamatan Tampan saja ada sebanyak 41 orang terkena DBD," katanya.

Dari data yang tercatat di Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, ternyata usia anak-anak sangat rentan terkena penyakit DBD. Anak-anak dengan usia lima hingga sembilan tahun menjadi penyumbang terbanyak penyakit DBD di Pekanbaru

Setidaknya tercatat 48 anak usia hingga 9 tahun di Pekanbaru yang telah terjangkit penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

Baca: Ini Dia Penyebab Mengapa Banderol Harga Pocophone F1 Bisa Miring

Selain itu, usia orang dewasa juga sangat rentan terkena penyakit DBD. Totalnya ada 37 kasus DBD yang menyerang orang dewasa di usia 25 hingga 44 tahun di Kota Pekanbaru. Hingga pertengahan Agustus 2018, angka ini tercatat menjadi yang terbanyak nomor 2 setelah jumlah DBD yang menyerang anak-anak usia hingga 9 tahun.

"Jika ditotal anak usia 9 tahun dan dewasa 25 hingga 44 tahun, total ada sebanyak 85 kasus. Angka ini hampir setengahnya yang keseluruhan mencapai 209 kasus," katanya.

Sementara jika dirunut berdasarkan jenis kelaminnya, laki-laki lebih rentan terkena DBD dibandingkan perempuan. Dengan perbandingan 56 persen berbanding 44 persen. Dari 209 kasus hingga Agustus 2018, laki-laki ada sebanyak 116 kasus. Sedangkan 93 kasus menimpa perempuan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved