Pekanbaru
Tersangka Pembunuhan Gunakan Samurai Peragakan 17 Adegan dalam Rekonstruksi
Tersangka pembunuhan menggunakan samurai berinisial G memperagakan 17 adegan dalam rekonstruksi yang digelar Polresta Pekanbaru
Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nolpitos Hendri
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tersangka pembunuhan menggunakan samurai berinisial G memperagakan 17 adegan dalam rekonstruksi yang digelar Polresta Pekanbaru pada Kamis (13/9/3018).
Lokasi rekonstruksi digelar di rumah tersangka sendiri, yakni di Jalan Suka Karya, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.
G sendiri sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka setelah pihak kepolisian melakukan gelar perkara maraton lebih kurang sebanyak 3 kali.
Baca: Mahasiswa AKN Gilir Syamsuar untuk Berswafoto
Baca: Jaksa Telusuri Pembangunan Embung Kantor Pemko Pekanbaru Tenayan Raya
G merupakan pelaku pembunuhan tunggal terhadap pria bernama Khairunnas dalam sebuah keributan atau perkelahian yang terjadi di rumah tersangka Perumahan Indah Perdana Lestari di jalan Suka Karya (12/7/2017) malam lalu.
Korban diketahui tewas akibat tersabet samurai. Korban mengalami luka menganga di bagian perut.
Meski dia sempat dibawa ke rumah sakit, namun sayang nyawanya tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia.
G terbukti melakukan penganiayaan yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang.
Penetapan tersangka terhadap G ini setelah polisi melakukan serangkaian pendalaman.
Karena awalnya, polisi sempat menduga perbuatan G yang melayangkan samurai ke pria yang mendatangi rumahnya itu, termasuk kategori overmacht (keadaan memaksa) berupa upaya pembelaan diri.
Baca: Gelar Berbagai Lomba Hingga Nyalakan Lampu Colok
Baca: Pemkab Kepulauan Meranti Belum Anggarkan Dana Pelaksana Tes CAT CPNS 2018
Karena awalnya, kepada polisi G mengaku ada empat orang pria yang tiba-tiba datang dan langsung memaksa masuk ke dalam rumah.
Singkat cerita, cekcok pun terjadi.
Satu dari empat pria yang datang itu lalu mengambil samurai yang ada di dalam rumah dan mengarahkan sabetan kepada G.
Namun oleh G, samurai yang dilayangkan pria yang diketahui bernama Khairunnas tersebut ke dirinya, ditangkis dengan tangan kiri hingga menyebabkan luka.
Kejadian pun berlanjut saat G merebut samurai dan balik mengayunkannya ke Khairunnas.
Alhasil, sabetan samurai G mengenai bagian perut korban hingga menyebabkan luka menganga dan akhirnya pria itu meninggal dunia. Sedangkan tiga orang rekan korban saat itu, langsung melarikan diri.
Dalam kegiatan rekonstruksi ini, tak kurang ada sekitar 17 adegan yang diperagakan kembali oleh tersangka dalam peristiwa berdarah tersebut.
Tampak dia dengan tenang melakukan adegan demi adegan rekonstruksi. Sambil dikawal ketat oleh aparat kepolisian dan dengan kondisi tangan terborgol.
Baca: Kampung Tualang Resmi Jadi Desa Sadar Jamsos Ketenagakerjaan
Baca: Gerebek Pasar Isuzu Traga di Kota Padang Mengedukasi Warga
Puncak dari kejadian ini dimulai di adegan keenam, saat tersangka memberi perlawanan terhadap empat orang pria yang datang ke rumahnya kala itu.
Sampai pada agedan tersangka mengayunkan samurai ke arah perut korban.
Kegiatan rekonstruksi ini juga menyita perhatian warga sekitar yang merasa penasaran dengan peristiwa apa sebenarnya yang terjadi.
Kapolsek Tampan, Kompol Kariamsah Ritonga saat diwawancarai di lokasi kejadian mengatakan, kegiatan rekonstruksi atau reka ulang ini bertujuan untuk mencocokkan keterangan tersangka atau saksi dengan temuan fakta di lapangan.
"Selain itu, rekonstruksi ini juga bertujuan untuk membantu dalam proses penyidikan," terangnya.
Ditambahkan Kariamsah, kasus pembunuhan ini diduga dilatarbelakangi motif hutang piutang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/tersangka-g-mengikuti-rekonstruksi_20180913_223746.jpg)