Advertorial
Optimalkan Koperasi Sehat dan Mandiri, Ini Dia yang Dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM Bengkalis
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bengkalis terus meningkatkan kualitas koperasi sehat dan mandiri.
Penulis: Muhammad Natsir | Editor: harismanto
TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bengkalis terus meningkatkan kualitas koperasi sehat dan mandiri. Satu diantaranya, dengan meningkatkan jumlah koperasi aktif.
Koperasi aktif ini ditandai dengan selalu melakukan rapat anggota Tahunan (RAT). Hingga tahun 2018 ada 298 koperasi berjalan aktif dari 500 koperasi di Bengkalis, yang didominasi koperasi simpan pinjam dan koperasi produsen nelayan untuk wilayah pesisir.
“Kita terus melakukan pembinaan setiap tahunnya agar koperasi ini tetap berjalan dan sehat, dengan upaya selalu mengingatkan untuk RAT tepat waktu. Selain itu, koperasi yang ada juga dilakukan pengawasan untuk tetap taat dengan peraturan perkoperasian,” jelas Suiswantoro, Kepala Bidang Perizinan dan Kelembagaan Dinas Koperasi dan UMKM Bengkalis.
Selain itu pembinaan lain dilakukan agar koperasi yang ada ini tetap mandiri pihak Dinas Koperasi Bengkalis juga melakukan sharing kegiatan dengan Kementerian Koperasi yakni Deputi Pembiayaan karena banyak sumber biaya yang bisa digali di sana.
“Kita bahkan tahun lalu sempat mendatangkan narasumber bidang pembiayaan dari kemeterian koperasi untuk menyampaikan program pembiayaan. Sehingga peluang yang ada di kementerian ini bisa dimanfaatkan Koperasi Bengkalis,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, dinas mengundang sejumlah koperasi yang bisa memanfaatkan pembiayaan tersebut. Koperasi yang ikut serta melalui seleksi administrasi yang telah ditetapkan.
Dari hasil seleksi tersebut ada 12 koperasi yang diundang sesuai dengan kriteria yang diminta narasumber. Selain mendapat materi khusus dari narasumber peserta tersebut juga diminta menyampaikan proposal batuan untuk mendapatkan batuan dana usaha koperasi dari Kementrian.
“Inilah satu diantara upaya optimalisasi koperasi yang ada menjadi mandiri, dengan memberikan pelatihan khusus menajenen dan pembiayaan besinergi dengan Kementrian Koperasi,” kata Suis.
Pertumbuhan koperasi terbanyak di daerah Bengkalis daratan yakni berada di kecamatan mandau dan Kecamataan Pinggir. Ini dikarenakan geliat perekonomian masyarakat sangat berpotensi dalam pertumbuhan ekonomi masyarakatanya di sana.
“Kalau daerah di sana pertumbuhan koperasi yang cukup banyak merupakan koperasi simpan pinjam, sementara koperasi produsen belum terlalu banyak,” jelas Suis.
Sementara itu untuk di kecamatan lain pertumbuhan koperasi yang cukup optimal juga terjadi di kecamatan Bantan. Dengan pertumbuhan Koperasi simpan pinjam dan koperasi produsen di bidang perikanan.
“Untuk koperasi di bidang perikanan daerah Bantan ini, banyak menerima bantuan dari kementrian untuk pengembangan unit usaha mereka,” pungkasnya.
Dinas Koperasi dan UMKM Bengkalis terus melakukan evaluasi dan penilaian terhadap koperasi yang ada. Penilain yang dilakukan untuk memastikan koperasi yang ada berjalan sehat dan mandiri dalam kegiatan unit usahanya yang ada.
Penilaian ini tidak hanya sampai di tingkat kabupaten saja, tetapi dilanjukan ke tingkat provinsi dan dilapokan ke Kementerian Koperasi. “Utamanya yang kita nilai diantaranya kesehatan modal, serta ketaatan mereka terhadap ketentuan kentuan dari Kementerian dalam menjalankan koperasi ini,” jelas Suiswantoro.
Evaluasi dan penilaian Koperasi sehat dan Mandiri dilakukan langsung oleh Dinas Koperasi Bengkalis melalui UPT Dinas Koperasi di tingkat Kecamatan. Dimana setiap UPT Dinas Koperasi di kecamatan memiliki Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) perkecamatan. PPKL inilah secara memberikan laporan terhadap kondisi koperasi yang aktif dan secara rutin melakukan RAT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/sosialisasi-usaha-koperasi-di-kecamatan-bantan-digelar-dinas-koperasi-dan-umkm-bengkalis_20181011_165209.jpg)