Advertorial
Optimalkan Koperasi Sehat dan Mandiri, Ini Dia yang Dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM Bengkalis
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bengkalis terus meningkatkan kualitas koperasi sehat dan mandiri.
Penulis: Muhammad Natsir | Editor: harismanto
“Koperasi yang rutin melakukan RAT setiap tahunnya dipastikan koperasi sehat, karena dengan melaksanakan RAT tiap tahun berarti unit usaha mereka berjalan,” tambah Suis.
Berdasarkan database Dinas Koperasi dan UMKM Bengkalis pada tahun 2015 untuk kabupaten Bengkalis ada sekitar delapan ratusan koperasi aktif maupun tidak. Dinas Koperasi terus melaporkan perkembangan koperasi yang ada di wilayah Bengkalis.
Dari database yang dilaporkan ini pihak dinas Koperasi dan UMKM Bengkalis terus melakukan evaluasi dan penilaian. Hasilnya ada sebanyak 121 koperasi yang tidak aktif. Koperasi yang tidak aktif ini langsung dilaporkan oleh PPKL kecamatan.
“Koperasi yang tidak aktif ini merupakan koperasi yang tidak aktif berat, dimana PPKL kita di lapangan tidak menemukan lagi siapa pendiri, Pengurus dan keberadaan alamat koperasi tersebut. Sehingga kita mengajukan pembubaran koperasi yang tidak aktif berat ini,” kata Suis.
Dari 121 koperasi yang kita ajukan untuk dibubarkan baru sebanyak 88 koperasi yang disetujui Kementerian Koperasi dibubarkan tahun 2017. Sebanyak 88 koperasi ini sudah mendapatkan keputusan hukum tetap dibubarkan.
Sementara sisanya tidak diterbitkan keputusanya karena memng sudah tidak ada badan hukumnya sehingga kementerian tidak bisa mebubarkan karena tidak ada kejelasan badan hukum koperasi tersebut.
Upaya optimalisasi terhadap keberadaan koperasi sehat di Bengkalis ini terus dilakukan oleh pihak Dinas Koperasi dan UMKM Bengkalis. Dimana pendataan terakhir pada tahun 2017 ada sekitar lima ratusan koperasi di Bengkalis yang masih terdata baik aktif maupun tidak. Dari jumlah tersebut sebanyak 326 koperasi ditemukan dengan kondisi tidak aktif.
“Kondisi sama dengan kondisi koperasi yang sudah diajukan kemarin dibubakan kemarin. Dimana tidak ada lagi kepengurusannya serta sudah tiga tahun terakhir tidak melaksanakan RAT. Sehingga kita kembai ajukan untuk dibubarkan,” tambahnya.
Namun sampai saat in belum mendapatkan kepastian dari pihak Kementerian terkait usulan pembubaran ini. “Sampai saat ini kemeterian belum ada jawaban usulan kita terkait pembubaran tersebut,” ungkap Suiswantoro.
Sementara itu, untuk koperasi yang masih aktif dan terus melakukan RAT setiap tahunnya data data yang dimiliki Dinas Koperasi Bengkalis sebanyak 298 koperasi. Keberadaan koperasi aktif ini masih dibina oleh Dinas Koperasi dan UMKM Bengkalis.
2 Koperasi Sudah Mandiri
Upaya pendampingan yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM Bengkalis terhadap koperasi aktif selama sudah menunjukkan hasil yang positif. Karena sudah ada beberapa koperasi yang berhasil mandiri dengan pendampingan yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM Bengkalis.
Seperti di kecamatan Bantan, setidaknya dari 63 koperasi yang terdapat di 23 desa kecamatan Bantan sudah ada beberapa koperasi sudah berhasil mandiri. Diantaranya koperasi bergerak di bidang budidaya udang vaname dan koperasi perikanan pantai.
“Dua koperasi ini sudah memiliki banyak usaha, mulai dari usaha tambak udang hingga usaha ikan tangkap,” kata Suandi PPKL Kecamatan Bantan.
Menurut dia, keberhasilan koperasi tersebut tidak lepas dari peranan pendampingan yang dilakukan Dinas Koperasi Bengkalis. Penampingan yang diberikan berupa pendampingan Manajerial, dimana meningkatkan kreatifitas pengurus koperasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/sosialisasi-usaha-koperasi-di-kecamatan-bantan-digelar-dinas-koperasi-dan-umkm-bengkalis_20181011_165209.jpg)