Jumat, 24 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

VIDEO: Batang Sumpur Pasaman Meluap, Rumah dan Lahan Pertanian Tergenang Banjir

Banjir di Pancah itu disebabkan meluapnya air Sungai Batang Sumpur, apalagi sejak banjir kemarin, sendimen banyak hanyut dan

Editor: David Tobing

Laporan kontributor tribunpadang.com Riki Suardi dari Pasaman

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN - Pasca banjir melanda sebagian Kecamatan di Kabupaten Pasaman, perekonomian masyarakat terancam lumpuh.

Sebab, selain rumah digenangi banjir, ratusan hektar lahan pertanian, perkebunan dan kolam ikan yang selama ini menjadi pendapatan utama masyarakat juga ikut terdampak.

Camat Rao Selatan, Kahirul Ihsan mengatakan, di Nagari Lubuk Layang, Kecamatan Rao Selatan, hingga kini masih digenangi air yang meluap.

Baca: VIDEO: Tiga Hari Banjir Rendam Dua Kelurahan di Dumai 

Paling parah, terjadi di Jorong Pancah. Di sana, ketinggian air mencapai paha orang dewasa.

Bahkan, masyarakat terpaksa membuat rakit untuk transportasi sementara.

"Banjir di Pancah itu disebabkan meluapnya air Sungai Batang Sumpur, apalagi sejak banjir kemarin, sendimen banyak hanyut dan membuat Batang Sumpur menjadi dangkal, sementara debit air masih tinggi. Jadi karena tak tertampung oleh Batang Sumpur, makanya air meluap kepemukiman warga hingga ke lahan pertanian," ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar, Sabar AS menyebut bahwa kondisi Sungai Batang Sumpur ini harus menjadi perhatian Pemerintah.

Baca: Bebas dari Penjara, Pasutri Ini Kembali Terciduk, Ternyata Gelarnya Raja & Ratu Curanmor di Padang

Jika tidak, maka kondisi ini akan terus berlanjut. Bahkan, rumah-rumah warga yang saat ini digenangi air jika dibiarkan, maka akan berubah menjadi sungai.

"Ini yang kami khawatirkan. Pemerintah harus segere mengeruk Sungai Batang Sumpur ini, karena saat ini sungai tersebut sudang dangkal dan bebera titik di sepanjang sungai ini juga terdapat penyempitan. Kemudian, kondisi sungainya juga berliku-liku," katanya saat meninjau lokasi bencana di Nagari Padang Nan Tinggi.

Selain mengeruk Sungai Batang Sumpur, anggota dewan asal Rao itu juga meminta Pemerintah untuk melakukan normalisasi di Sungai Batang Sibinail, Batang Tingkarang dan Batang Asik.

Namun, kata dia, untuk melakukan normalisasi tersebut, harus melalui anggaran dari Pemerintah Pusat.

Baca: Wah, Oppo Patenkan Wireless Charging Terkencang di Dunia

"Kalau Pemerintah Daeah yang melakukan normalisasi gak akan sanggup, karena anggarannya terbatas.

Sebab, untuk menormalisasikan semua sungai tersebut, akan memakan anggaran ratusan miliar. Kalau kita di daerah, paling cuma puluhan miliar," ujarnya.

Sebagai Anggota DPRD Sumbar Komisi IV yang membawahi Bidang Pembangunan, Sabar menyebut bahwa dirinya sudah mengusulkan untuk dilakukan normalisasi keempat sungai di Pasaman itu ke Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) V, namun hingga kini belum ada jawaban. 

"Sudah kami ajukan ke BWS V. Bahkan sudah dibuatkan Detail Enginering Desainnya oleh BWS. Artinya, tinggal alokasi anggaran fisik. Jadi, kita akan desak ini segera dilakukan secepatnya. Untuk itu, dalam waktu dekat ini kita akan panggil pihak BWS V, supaya ini cepat ditangani," ungkapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved