Hendak Menagih Utang ke Malaysia, Nuryanto Ditemukan Tewas! Tubuhnya Dimutilasi

Pengusaha Tesktil asal Bandung, Nuryanto (37) ditemukan tewas dimutilasi di Malaysia.

Hendak Menagih Utang ke Malaysia, Nuryanto Ditemukan Tewas! Tubuhnya Dimutilasi
Shutterstock
ilustrasi 

Jenazah Hermawan ditemukan di sebuah sungai di Malaysia.

"Berdasarkan informasi dan keterangan Kepolisian Malaysia, jenazah itu diduga klien kami," tuturnya ketika dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (9/2/2019).

"Petunjuk kepolisian Malaysia mengarah kepada Nuryanto. Sebab ditemukan bukti petunjuk seperti baju, telepon genggam ditemukan di sekitar lokasi," katanya.

Hermawan menuturkan, Nuryanto pergi ke Malaysia untuk urusan bisnis.

Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Pengusaha Bandung Nuryanto Tewas Dimutilasi saat Tagih Utang Rp 2 Miliar di Malaysia. Istri Nuryanto, Meli Rahmawati (33), di rumahnya di Kampung Ciodeng, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (11/2/2019).
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin Pengusaha Bandung Nuryanto Tewas Dimutilasi saat Tagih Utang Rp 2 Miliar di Malaysia. Istri Nuryanto, Meli Rahmawati (33), di rumahnya di Kampung Ciodeng, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (11/2/2019). ()

Baca: 17 Smartphone dengan Radiasi Tinggi, Xiaomi Sumbang 4 Ponsel, Bagaimana dengan Gadget Kamu?

Baca: 3 Zodiak Ini Diprediksi Bakal Dapat Keberuntungan di Hari Valentine 2019 Nanti, Siapa Saja?

Baca: Pacari Pria Beristri, Bocah 13 Tahun Disetubuhi 2 Kali, Orangtua Curiga Korban Pulang Basah Kuyup

"Pertama klien kami berangkat Kamis, 17 Januari 2019," katanya.

"Tanggal 17 itu rencanya mau ngambil uang ke Malaysia karena klien kami bisnisnya menjual kain juga di Malaysia. Beliau ke sana untuk ketemu relasinya," ungkap dia.

Selama di Malaysia, lanjut Hermawan, Nuryanto sempat tiga kali pindah hotel. Pada 22 Januari, pihaknya putus komunikasi dengan Nuryanto.

Sementara itu, saat dikonfirmasi ke pihak maskapai yang digunakan Nuryanto, Air Asia, perjalanan pergi dan pulang Nuryanto terjadwal 17 Januari dan 23 Januari 2019.

"Kami lost contact tanggal 22 Januari. Handphone dia sudah enggak aktif," ujarnya.

"Karena check in di hotel terakhir tanggal 21-23 Januari, otomatis kan tanggal 23 dia harus pulang. Masuk tengah malamnya, tanggal 21 sudah lost contact," tutur Hermawan.

Halaman
1234
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved