Breaking News:

Jumlah Tunjangannya Profesi dan Sertifikasi Tak Sama. Perwakilan Guru Ini Minta Hapus Perwako

Belasan orang guru mendadak datang ke Kantor DPRD Kota Pekanbaru, Kamis (28/2) siang. Mereka ditemui oleh perwakilan Komisi III.

TRIBUNPEKANBARU.COM/FERNANDO SIKUMBANG
Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Zulfan Hafiz menerima perwakilan guru SD dan SMP yang menuntut penghapusan Perwako, Kamis (28/2/2019) 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Belasan orang guru mendadak datang ke Kantor DPRD Kota Pekanbaru, Kamis (28/2) siang. Mereka ditemui oleh perwakilan Komisi III.

Mereka adalah guru SD dan SMP di Kota Bertuah. Mereka menyampaikan aspirasi terkait single salary atau gaji tunggal yang belum dibayarkan Pemerintah Kota (Pemko) kepadanya.

Para perwakilan guru mengeluh karena mereka terancam tidak lagi menerima gaji tunggal pada tahun 2019.

Peraturan Wali Kota Pekanbaru No.9 tahun 2019 meniadakan gaji tunggal terhadap guru yang sudah bersertifikasi.

Mereka pun menuntut agar dewan punya solusi atas permasalahan itu.

Mereka menyampaikan bahwa kedatangan pada Kamis siang mewakili guru di Pekanbaru. Ada 4.000 orang guru mengajar di SD dan SMP yang menanti gaji tunggal tersebut.

Pasca terbitnya Peraturan Walikota (Perwako) Pekanbaru No.9 tahun 2019.

Pasal 9 ayat 8 pada perwako itu menyebutkan bahwa guru bersertifikasi tidak memeroleh tunjangan profesi. Pemerintah Kota Pekanbaru beralasan bahwa para guru sudah memeroleh tunjangan sertifikasi.

Para guru merasa keberatan dengan kebijakan itu. Mereka masih memperoleh tunjangan profesi pada tahun 2018. Jumlah tunjangan yang diterima guru bersertifikasi senilai Rp 1 Juta.

Sedangkan pada tahun 2019 para guru bersertifikasi tidak menerima tunjangan profesi.

Halaman
1234
Penulis: Fernando
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved