Berita Riau

WOW, Seorang IBU MUDA di Pekanbaru Lahirkan Anak KEMBAR TIGA dari Hasil Program BAYI TABUNG di PMC

Wow, seorang ibu muda di Pekanbaru bernama Yayu Afriani Rahayu lahirkan anak kembar tiga dari hasil program bayi tabung di PMC

Tribun Pekanbaru/Alexander
WOW, Seorang IBU MUDA di Pekanbaru Lahirkan Anak KEMBAR TIGA dari Hasil Program BAYI TABUNG di PMC 

Kebahagiaan terpancar dari wajah pasangan Hari Susanto dan Fira Septianti. Baru saja mereka menyambut kehadiran anak keduanya, yang sebelumnya melalui proses program bayi tabung, di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Centre (PMC).

Keduanya sangat bersukur.

Baca: WOW, Mahasiswa di Pekanbaru SIMPAN Pil Ekstasi 8.617 Butir, Polisi Pura-pura Jadi Pemesan

Baca: IBU Ini Saksikan Sidang Vonis Hukuman Mati Anaknya di PN Bengkalis, Tanpa Meneteskan Air Mata

Baca: KISAH Dua Cewek Cantik Pemain Perkusi Asal Pekanbaru, Ini Foto-foto Cantik Mereka

Walau divonis tidak bisa hamil secara normal, namun Fira masih berkesempatan untuk berusaha dengan cara lain, yakni bayi tabung.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur sekali pastinya. Karena kembali mendapatkan buah hati yang kedua, walau sebelumnya sempat dinyatakan tidak bisa hamil secara normal," kata Fira kepada Tribun, Rabu (16/1).

Diceritakan Fira, selama sembilan tahun lamanya, mereka menunggu buah hati mereka.

Berbagai usaha dan uapaya telah dilakukan, namun tidak ada hasil apa-apa.

Menunggu Selama 9 Tahun, Suami Istri di Pekanbaru Dikaruniai Anak melalui Program BAYI TABUNG di PMC
Menunggu Selama 9 Tahun, Suami Istri di Pekanbaru Dikaruniai Anak melalui Program BAYI TABUNG di PMC (Tribun Pekanbaru/Alexander)

Pada tahun 2012 silam, mereka baru mengetahui kalau Fira ada kelainan organ, sehingga jalan satu-satunya adalah mencoba peruntungan dengan melakukan program bayi tabung.

Sempat mereka rencanakan akan melakukan program bayi tabung di Jakarta.

Namun dengan banyak pertimbangan, akhirnya niat tersebut belum direalisasikan.

"Kalau di Jakarta tentu kami harus bolak-balik. Sementara kita kerja. Selain itu, untuk program bayi tabung, konsultasinya kan tidak bisa dipastikan jadwalnya. Kadang di waktu tertentu bisa dadakan. Selain itu, untuk program bayi tabung, calon orangtua dianjurkan rileks, santai, tidak kelelahan, dan tidak ada beban," kata Hari.

Baca: JARINGAN Mahasiswa yang Simpan Pil Ekstasi 8.617 Butir sampai ke Luar Riau

Baca: Rumput Sintetis untuk di Dalam Rumah, Indah dan Nyaman untuk Keluarga

Baca: Dosen BERCADAR Asal Riau Temukan Obat Herbal untuk Penyakit HIV dan AIDS

Salah satu rumah sakit di Pekanbaru, PMC melaunching program bayi tabung pada tahun 2013, Hari mendapat kabar dari temannya tentang informasi tersebut.

Ia kemudian menelpon melalui call center, kemudian diarahkan ke Manager Operasional Klinik Bayi Tabung PMC, Abdul Khaer.

Dari Abdul Khaer, kemudian dipertemukanlah pasangan tersebut dengan dr Ihsan.

Dari situlah prosesnya dimulai oleh dr Ihsan, dan dibantu oleh Embriolog PMC, Ummu Habibah, mulai dari proses stimulasi, selanjutnya proses tindakan.

Setelah dinyatakan berhasil untuk tahapan tersebut, dan dinyatakan hamil, pasangan ini sangat bersukur, hingga setelah sembilan bulan kemudian lahirlah anak pertamanya, Abdul Rahman Alfatih pada 5 Juni 2015 lalu.

Disusul kemudian Jasmine Norin Falisa, 14 Januari 2019.

"Ini menjadi anugerah yang sangat besar bagi kami. Allah sudah merencanakan segala sesuatunya, tinggal kita berdoa, berusaha melaksanakan. Karen Allah memilihkan jalan buat kita. Yang penting, persiapkan mental kita," imbuhnya.

Manager Operasional Klinik Bayi Tabung PMC, Abdul Khaer mengatakan, saat ini untuk proses bayi tabung di rumah sakit tersebut sudah bisa full 100 persen.

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Perangi Hoax, Edukasi Masyarakat Bahaya Laten Hoax

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Jadi Model, dari Remaja 14 Tahun hingga Jadi Miss Teen Riau

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Lahir di Keluarga Seniman, Lomba Nyanyi hingga Jadi Dara Pekanbaru

Sebagai rumah sakit yang menyediakan program tersebut satu-satunya di Riau, Abdul mengatakan sudah cukup banyak pasien yang berhasil hingga melahirkan secara normal di rumah sakit yang berada di Jalan Kapling tersebut.

"Sudah banyak yang berhasil, bisa dikatakan sudah puluhan keluarga. Di sini kita tidak langsung menyarankan program bayi tabung, tapi terlebih dulu kita coba natural cycle, selanjutnya inseminasi. Kalau tidak juga, baru kita anjurkan program bayi tabung. Yang penting datang saja dulu, nanti kita carikan jalan terbaik," tuturnya.

Dijelaskannya, ada dua proses yang harus dilalui untuk program bayi tabung tersebut, yakni proses stimulasi dan proses tindakan.

Setelah dilakukan proses stimulasi, selanjutnya dakukan proses tindakan. Untuk proses tindakan tersebut, terdiri dari Ovum Pick Up (OPU) atau petik telur, ICSI Intra Cytoplasmic Sperm Injection, atau proses antara sel telur yang dipetik dengan sperma yang terbaik, sehingga berkembang menjadi embryo. Selanjutnya baru kemudian proses ET atau Embryo Transfer.

"Butuh waktu selama 10 sampai 14 hari untuk seluruh proses stimulasi dan tindakan. Setelah berhasil, tinggal menunggu kehamilan seperti biasa," jelasnya.

Adapun estimasi biaya program bayi tabung tersebut dikatakan Abdul berkisar antara Rp 60 sampai Rp 70 juta.

Ia juga menjelaskan berdasarkan aturan dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, untuk program bayi tabung tersebut tidak bisa ditanggung BPJS.

15 Tahun MENUNGGU ANAK, Pasangan di Pekanbaru Dikaruniai 3 Bayi Melalui Program Bayi Tabung di PMC.

15 Tahun MENUNGGU ANAK, Pasangan di Pekanbaru Dikaruniai 3 Bayi Melalui Program Bayi Tabung di PMC. (Tribunpekanbaru/Alexander)

Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved